Ibu pastinya menginginkan anak berprestasi di sekolah, kan? Namun, apa jadinya kalau anak belum memiliki keinginan untuk belajar. Tak usah panik, Ibu hanya perlu mengetahui cara meningkatkan semangat belajar anak. Biasanya, anak perlu dukungan orang tua untuk muncul motivasi.
Beberapa tips agar semangat belajar anak meningkat ini bisa diikuti Ibu. Namun, jangan sampai dipaksakan, ya.
1. Memberi Apresiasi
Semangat belajar anak bisa muncul kalau ia merasa didukung oleh kedua orang tuanya. Sebenarnya, anak tidak memerlukan fasilitas atau hadiah yang mahal untuk belajar. Anak hanya memerlukan Ibu dan ayah menunjukan apresiasinya. Hal ini bahkan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana.
Misalnya, anak nilainya meningkat, tetapi belum masuk peringkat 10 besar. Alih-alih Ibu marah, lebih baik katakan, “good job,” kepada anak. Lalu, membuatkan makanan favoritnya sambil mengakui perasaan bangga terhadap peningkatan tersebut. Dengan demikian, anak akan mengetahui kalau usahanya diapresiasi. Iya pun jadi termotivasi untuk lebih baik lagi demi melihat senyuman Ibu.
Baca Juga : 4 Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak Lewat Aktivitas Fisik
2. Atur Istirahat
Ibu perlu pahami, kalau cara meningkatkan semangat belajar anak, bukan berarti ia akan berkutat pada pelajaran seharian. Bila terlalu memaksakan diri untuk belajar, anak bisa stres dan tidak konsentrasi. Alhasil, hal-hal yang dipelajari tidak ada yang dipahami.
Ibu harus memberikannya jeda istirahat. Misalnya, memperbolehkan anak menggunakan gadget atau nonton televisi selama satu jam di sela-sela waktu belajarnya. Bisa juga tiba-tiba Ibu mengajaknya ke mal untuk membeli es krim sebagai cara menikmati istirahat. Dengan demikian, anak tahu kalau Ibu memerhatikannya.
3. Sesuaikan Gaya Belajar Anak
Meningkatkan motivasi belajar anak, bukan berarti Ibu memaksakan gaya belajarnya. Ada baiknya Ibu memperhatikan dan mengetahui, gaya belajar yang nyaman dilakukan anak. Lakukan hal tersebut karena ini membuatnya lebih berkonsentrasi.
Salah satu contoh metode belajar yaitu metode kinestetik, metode ini sangat sesuai dengan anak yang aktif bergerak. Metode pembelajaran kinestetik biasanya melibatkan banyak bahasa tubuh untuk mempelajari sesuatu.
4. Fokus Minat Anak
Tentunya, setiap anak memiliki minat yang berbeda. Itu sebabnya, cara meningkatkan semangat belajar anak bisa dengan fokus dengan hal-hal yang diminatinya. Misalnya, anak lebih unggul dalam bidang sepak bola. Ibu bisa fokus meningkatkan dalam hal tersebut.
Dengan pelatihan dan bimbingan yang tepat, pasti anak bisa berprestasi dalam bidang tersebut. Namun, bila anak mau mencoba hal lain, Ibu juga harus mendukung, ya.
Baca Juga : Cara Melatih Mental Anak Agar Berani dan Tangguh Dengan Olahraga
5. Ajak Anak Membaca
Buku adalah gudang ilmu. Beberapa informasi bisa didapat melalui kebiasaan membaca buku, koran, majalah, ataupun artikel online. Cara meningkatkan semangat belajar anak bisa dari memberikannya sebuah bacaan tentang hal yang diminatinya.
Kalau Ibu melihat anak tertarik membaca, mulailah jadikan kebiasaan. Jadi, ia tak malas lagi membaca buku pelajaran ketika harus belajar. Anak pun tumbuh menjadi anak yang penuh dengan rasa ingin tahu dan mencari jawaban berdasarkan data dari buku yang dibacanya.
6. Berkreasi Dalam Belajar
Menjadi seorang Ibu memang penuh tantangan sendiri. Terutama, Ibu harus memiliki segudang ide cerdik dalam otaknya. Salah satu ide kreatif bisa digunakan untuk membuat waktu belajar anak lebih menyenangkan. Misalnya, mengajak anak belajar dengan menggunakan sebuah permainan sederhana. Bisa juga Ibu menemukan metode belajar yang lebih efektif digunakan anak.
Selain cara meningkatkan semangat belajar di atas, dukung anak agar tetap semangat belajar dengan MILO 3in1 agar lebih berenergi dalam menjalankan kegiatan belajar. Minuman coklat berenergi ini memiliki kandungan susu, cokelat, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Susu MILO juga mengandung vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta kalsium, fosfor, dan zat besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Perlu Ibu ketahui, setiap anak memiliki kepribadian yang unik sejak lahir ke dunia. Namun, seiring berjalannya waktu lingkungan dan juga peran orang tua penting untuk membentuk kepribadian anak. Biasanya. perkembangan karakter anak akan mulai terlihat ketika memasuki usia sekolah.
Menurut American Psychological Association (APA), perkembangan karakter adalah sebuah perkembangan bertahap konsep moral, hati nurani, nilai-nila atau pandangan keyakinan dan juga sikap sosial seseorang sebagai aspek penting dari pengembangan kepribadian.
Contoh pengembangan kepribadian misalnya seorang anak sejak kecil sudah ditanamkan untuk tidak lupa untuk membersihkan diri setelah aktivitas di luar rumah. Anak itu juga dibiasakan membersihkan kamar sendiri. Hal ini juga diterapkannya di setiap lingkungan yang dia datangi. Di dalam pikirannya, tubuh yang sehat didapat dari tubuh dan lingkungan yang bersih. Ia pun menjadi anak yang mencintai kebersihan lingkungan.
Ibu bisa membantu mendidik anak untuk mengembangkan diri serta kepribadian yang positif, terutama saat ia mulai dipengaruhi dengan berbagai faktor di luar rumahnya. Apa saja langkah yang tepat untuk dukung perkembangan karakter anak? Cek berikut ini.
Baca Juga : 6 Cara Membangun Karakter Saling Menghormati Dengan Olahraga
1. Tidak Membandingkan Anak
Langkah pertama dukung perkembangan karakter anak adalah tidak membanding-bandingkan ia dengan anak lain. Ingat Bu, Setiap anak memiliki keunikan sendiri. Mulai dari kepribadian, hobi, hingga keunggulannya. Ibu tidak bisa memaksa anak untuk menjadi seorang perenang bila hal yang disukainya adalah menari balet.
Untuk itu, jauhkan dari kebiasaan membandingkan anak dengan orang lain. Hal ini hanya akan membuatnya tidak percaya diri. Bahkan, hilang kepercayaan terhadap Ibu. Tidak mau hal itu terjadi bukan.
2. Menjadi Contoh untuk Anak
Pengembangan karakter memang bisa terjadi karena faktor di luar keluarga atau rumah. Namun, contoh karakter yang paling sering dilihat anak adalah milik orang tuanya. Jika Ibu menginginkan anak punya karakter yang baik, coba untuk menjadi contoh terlebih dulu. Anak akan meniru kebaikan yang Ibu dan ayah lakukan.
Misalnya, Ibu ingin anak memiliki karakter religius. Coba perlihatkan ibadah agama di depan anak. Dengan berjalannya waktu, ia akan mengetahui kalau ibadah itu sebuah rutinitas dan amalannya baik. Namun, semua harus bermula dari orang tua menjadi contoh.
3. Libatkan Anak dalam Aktivitas Luar Ruangan
Sudah disebutkan sebelumnya, perkembangan karakter seorang anak juga banyak dipengaruhi faktor luar lingkungan keluarga. Ibu bisa mencari sebuah kegiatan luar rumah yang memiliki dampak baik untuk anak. Misalnya, mengikuti latihan bela diri. Dalam latihan ini diajari kedisiplinan, toleransi, dan sportivitas. Karakter ini juga bisa diterapkan langsung saat menghadapi orang lain.
Baca Juga : Ini Rahasia Membangun Karakter Anak Lewat Olahraga
4. Batasi Waktu Penggunaan Gadget
Penggunaan gadget secara berlebihan untuk main games dan menonton video juga bisa memengaruhi perkembangan karakter anak. Ingat, anak adalah peniru yang ulung. Segala hal yang dia saksikan bisa ditiru dengan baik. Termasuk hal-hal negatif yang disaksikan melalui gadget-nya. Untuk itu, Ibu perlu membatasi penggunaan gawai tersebut. Kalau bisa, berikan mode privacy atau parental guide. Ini supaya penggunaannya tetap terkontrol orang tua.
5. Buat Peraturan Jelas
Ibu jangan setengah-setengah menerapkan peraturan di rumah. Terutama yang berhubungan dengan anak. Misalnya, Ibu membatasi anak bermain dengan gadget-nya selama 2 jam. Jika dilanggar, anak tidak boleh menggunakan gawai dalam seminggu. Ketika anak menangis dan marah karena menginginkannya, Ibu tak boleh lemah.
Hal ini hanya akan membangun kebiasaan yang tidak baik. Anak akan berpikir hukuman Ibu tak berlaku kalau ia marah dan menangis kencang. Jadi, ia akan melakukan hal itu ketika mendapatkan hukuman.
6. Dorong Kemandirian Anak
Walau Ibu ingin selalu hadir untuk anak, bukan berarti setiap kali harus membantunya menyelesaikan masalah. Kebiasaan ini hanya akan membuatnya tidak mandiri. Biarkan anak menghadapi masalahnya sendiri.
Beri waktu untuknya mencari penyelesaiannya. Jadi teman berdiskusi ketika anak memerlukan sebuah pendapat. Ingat, peran Ibu hanya mengawasi. Biarkan anak menyelesaikan dan menghadapi masalah dengan caranya sendiri.
Supaya perkembangan karakter anak lancar, Ibu juga vusa memberikan pelengkap energi yang mengandung susu, seperti MILO 3in1 setiap hari. Minuman coklat berenergi ini memiliki kandungan susu, cokelat, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Susu MILO juga mengandung vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta kalsium, fosfor, dan zat besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Semua Ibu pasti ingin melindungi anak dari kesedihan ataupun rasa kecewa. Namun sebenarnya, anak harus merasakan hal tersebut untuk memiliki sikap pantang menyerah. Dari kegagalan atau kekecewaan tersebut anak bisa belajar untuk bangkit dan menjadi kuat.
Pantang menyerah adalah suatu sikap tidak mudah patah semangat dalam menghadapi berbagai rintangan, selalu bekerja keras untuk mewujudkan tujuan, menganggap rintangan atau hambatan selalu ada dalam setiap kegiatan yang harus dihadapi.
Contoh pantang menyerah biasanya dilakukan oleh para atlet. Biasanya seorang atlet harus melewati rutinitas latihan yang berat. Ketika ikut lomba dan kalah, ia akan berlatih lagi demi memperbaiki kekurangan. Dari situlah, mereka terus berlatih dan bertanding untuk mencapai mimpinya.
Perlu Ibu pahami, anak yang mudah menyerah akan menjadikan kekalahan atau kekurangan sebagai alasan untuk melarikan diri dari sebuah masalah. Tentu saja hal ini tidak baik untuk dilakukan Masalah harus diselesaikan bukan justru dihindari. Untuk itu, Ibu bisa mengecek beberapa tips mendidik anak hingga memiliki sikap pantang menyerah berikut ini.
Baca Juga : Ini Rahasia Membangun Karakter Anak Lewat Olahraga
1. Beri Contoh Terlebih Dulu
Ketahuilah kalau anak akan mencontoh semua hal yang dilakukan orang tua. Itu sebabnya, sikap pantang menyerah harus ditunjukkan terlebih dulu oleh Ibu. Misalnya, Ibu harus bersikap tenang ketika menghadapi berbagai macam masalah. Terutama di depan anak.
Jangan mengeluhkan sesuatu ketika sedang berusaha memecahkan masalah. Contohnya, Ibu tengah memperbaiki salah satu mainan anak dan mengalami kesulitan. Lakukan dengan teliti dan bersemangat. Kalau tidak berhasil, coba lagi atau mencari cara lain. Dengan demikian, anak akan tahu kalau Ibu sebenarnya punya sikap pantang menyerah untuk menyelesaikan masalah serta ada beberapa jalan untuk bisa menghadapinya.
2. Biarkan Anak Lakukan Kesalahan
Ibu pastinya ingin anak menjadi yang terbaik di mana pun ia berada. Nah, keinginan itulah yang kadang-kadang menjadi boomerang untuk anak. Ibu jadi sering membantunya mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah. Anak pun jadi terbiasa menerima bantuan Ibu. Bila tidak bisa, ia cenderung akan meminta Ibu untuk membereskan masalah itu.
Mulai sekarang, jangan terlalu membantu anak dalam mengerjakan PR. Biarkan anak belajar mendapatkan, menghadapi, dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal ini supaya anak terlatih untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Jadi, iya bisa lebih mandiri dalam beraktivitas. Merasakan kesalahan, justru membuatnya tahu kelemahan serta hal-hal yang harus diperbaiki.
Baca Juga : Cara Melatih Mental Anak Agar Berani dan Tangguh Dengan Olahraga
3. Puji Anak Jika Berhasil
Ketika anak mulai menunjukkan sikap pantang menyerah, ada baiknya Ibu mendukungnya. Contohnya seperti ini, anak belum pernah menggambar seekor jerapah. Beberapa kali ia harus menghapus gambarnya karena salah. Namun, akhirnya, anak berhasil menggambar seekor gambar walau belum terlalu bagus. Ia pun dengan bangga menunjukkan hasil jerih payahnya kepada Ibu.
Saat itu dilakukan, pujilah usaha anak itu. Hal ini membuat anak merasa dihargai segala usaha yang sudah dilakukannya. Ia pun jadi semakin percaya diri untuk melakukan aktivitas lain yang belum pernah dicobanya. Selain itu, anak juga tahu kalau pantang menyerah akan membuahkan hasil yang manis.
4. Ajari Anak Kelola Emosi
Anak belum memahami semua jenis perasaan, seperti sedih, senang, marah, harus diekspresikan. Coba ajari anak untuk melakukannya. Bisa dengan memberi contoh Ibu tertawa saat mendapatkan sebuah hadiah atau marah ketika anak berperilaku tidak baik.
Ibu juga bisa menanyakan perasaan anak ketika kalah dalam suatu lomba atau mendapat nilai jelek. Dari sini, anak akan paham kalau sebuah emosi harus dikontrol agar tidak menjadi suatu masalah. Untuk bangkit dari perasaan sedih dan kecewa, anak harus bisa menghadapi emosinya. Peran Ibu hanya bisa mengawasi dan memberi petunjuk saja.
5. Ajak Anak Pecahkan Masalah
Anak yang punya sikap pantang menyerah akan mendatangi Ibu dan mengajak diskusi soal masalah yang tengah dihadapinya. Bahkan, terhadap masalah yang sederhana, seperti di mana harusnya ia meletakan mainannya. Walau Ibu bisa memberi jawabannya, sebaiknya jangan dilakukan.
Ada baiknya, Ibu menanyakan ide-ide anak terlebih dahulu. Tugas Ibu adalah membuat anak sadar akan beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan. Biarkan anak yang memutuskan pilihannya untuk memecahkan masalah.
Untuk tambahan energi anak saat ia beraktivitas dan menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya, Ibu bisa memberikan MILO Activ-Go. Minuman coklat berenergi ini memiliki kandungan susu, cokelat, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Susu MILO juga mengandung vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta kalsium, fosfor, dan zat besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Ada baiknya, Ibu mencoba tips-tips di atas. Semoga anak tumbuh dengan memiliki sikap pantang menyerah, ya.
Untuk mengalihkan anak dari rasa lapar selama berpuasa, biasanya Ibu mengajaknya melakukan kegiatan selama bulan Ramadhan yang baru, lho. Misalnya, dengan melakukan ngabuburit bersama di sore hari atau memulai permainan baru. Tentunya, ini sangat membantu anak-anak yang baru saja belajar berpuasa. Biasanya, mereka akan mengalami kesulitan menahan rasa haus dan lapar.
Nah, uniknya kegiatan selama bulan Ramadhan ini bisa Ibu terapkan lagi pada anak setelah Lebaran, lho. Bahkan, bisa menjadi rutinitas baru yang menyenangkan untuk anak. Ibu bisa mengikuti contoh kegiatan Ramadhan untuk anak SD berikut ini. Siapa tahu ada yang bisa Ibu terapkan kepada anak.
1. Bermain Board Game
Ibu menginginkan permainan yang tidak menguras banyak tenaga anak, tetapi tetap seru dan menyenangkan. Salah satu yang menjadi pilihan Ibu adalah board games. Ibu bisa mengajak anak bermain catur, halma, monopoli, hingga Uno. Walau tidak banyak aktivitas fisik, permainan ini juga bisa memacu adrenalin.
Tentunya, hal ini karena bisa memunculkan rasa kompetitif dalam anak. Selain itu, kegiatan selama bulan Ramadhan yang satu ini juga mengasah kemampuan kognitif anak. Karakter anak pun juga bisa dibentuk di sini. Ternyata, banyak sekali keunggulan dari main board game, ya.
Baca Juga : 4 Inspirasi Olahraga di Rumah untuk Anak Saat Puasa
2. Menjalani Hobi Baru
Tentunya, Ibu tak ingin anak berkutat pada gadget-nya saja selama menunggu waktu berbuka puasa. Biasanya, Ibu akan explore hobi anak yang selama ini belum dicoba. Misalnya, mengajaknya ikut les lukis, mencoba membuat kerajinan tangan bersama, atau menuliskan sebuah cerita.
Hal ini membuat anak menekuni hobi tersebut sehingga lupa waktu. Tanpa terasa waktu berbuka pun tiba. Kegiatan ini bagus sekali dilakukan setelah Lebaran usai. Setidaknya dengan aktivitas ini, waktu screen time anak akan berkurang jauh.
3. Jalan-Jalan Sore
Kegiatan selama bulan Ramadhan ini biasa disebut dengan ngabuburit atau jalan-jalan sore. Biasanya, Ibu dan anak akan mencari takjil dengan berkeliling sekitar lingkungan rumah. Bisa dengan menggunakan kendaraan bermotor, sepeda, ataupun berjalan kaki.
Ibu bisa melanjutkan kegiatan ini setelah bulan puasa pun berakhir, lho. Tanpa disadari kebiasaan jalan-jalan sore ini dapat mempererat bonding dengan anak. Selain itu, anak juga bisa eksplorasi lingkungan di sekitarnya.
4. Olahraga Sore
Siapa bilang saat bulan Ramadhan, lebih baik jangan melakukan olahraga. Perlu Ibu ketahui kalau olahraga justru sangat mungkin dilakukan. Namun catatannya, tidak direkomendasikan melakukan olahraga berat supaya anak tidak mengalami dehidrasi. Lalu apa saja jenis olahraganya?
Ibu bisa mengajak anak menonton video kebugaran yang ada di kanal YouTube. Bisa juga meminta anak mencontoh video dance yang sedang viral di TikTok. Rutinitas yang dilakukan sore ini bisa meningkatkan daya tahan tubuh, Iho. Pastinya, membuat mood anak lebih ceria dan menyenangkan.
5. Yoga dan Meditasi
Yoga dan meditasi dapat membuat anak tidak rewel dan lebih tenang, lho. Kegiatan ini juga membantu motorik anak supaya bisa lebih seimbang dan berkoordinasi dengan baik. Ibu bisa mengajaknya melihat video tutorial yoga di YouTube atau sengaja mengikuti kelas berdua dengan anak. Pastikan, Ibu memilih gerakan yang sederhana supaya anak tak sulit untuk melakukannya.
Pastikan anak tetap sehat untuk melakukan beberapa kegiatan selama Ramadhan lagi. Lengkapi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikan MILO UHT setiap hari. Minuman kotak berenergi ini memiliki kandungan susu, cokelat, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Susu MILO juga mengandung vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta kalsium, fosfor, dan zat besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Selain hidangan makanan utama, anak sering kali meminta Ibu membuatkan hidangan penutup alias dessert. Terkadang, ini membuat Ibu bingung. Tenang saja, Ibu. Sajian penutup yang manis dan segar bisa didapat melalui minuman coklat sachet, lho. Bahkan, minuman sachet coklat ini bisa menjadi favorit anak yang terbaru.
Ibu bisa membuatnya sendiri di rumah, kok. Supaya Ibu makin termotivasi membuatnya, berikut beberapa inspirasi sajian minuman coklat sachet yang bisa dibuat. Pastinya, rasanya yummy dan segar di lidah serta tenggorokan anak. Coba ikuti, ya.
1. MILO Es Pisang Ijo
Siapa yang tahu soal Es pisang ijo? Menu pencuci mulut yang satu ini berasal dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kira-kira seperti apa ya hidangan ini? Es pisang Ijo sebenarnya adalah pisang kukus yang dibalut adonan berwarna hijau. Dalam penyajiannya, pisang kukus berwarna hijau ini dipadukan bersama es dan kuah kental dari santan yang dilengkapi sirup berwarna merah.
Ibu bisa mengkreasikan menu nusantara ini dengan mengganti sirupnya. Tentunya, Ibu bisa menggunakan coklat sachet paling enak, yaitu MILO. Pastinya, anak akan ketagihan mengonsumsi menu hidangan pencuci mulut tersebut. Rasanya segar, manis, dan tentunya lezat! Jangan lupa sajian ini juga kaya akan karbohidrat, protein, dan energi.
Baca Juga : Resep Minuman Coklat Milo Untuk Kembalikan Energi Anak
2. MILO Es Doger
Apa yang dipikirkan anak ketika mendengar kata es? Biasanya, tekstur es krim menjadi hal pertama yang muncul dalam benaknya. Namun, tahukah Indonesia juga memiliki es yang berbahan dasar santan kelapa. Jenis hidangan ini merupakan camilan khas dari Cirebon, Jawa Barat. Namanya Es Doger. Umumnya, sajian ini ditambahkan topping, seperti tapai, ketan hitam, dan juga jelly. Lalu, bagaimana caranya supaya anak suka?
Ibu bisa menambahkan bubuk MILO coklat sachet ke dalam adonan Es Doger. Bubuk ini mengandung kakao, ekstrak malt, dan juga susu. Rasanya pasti disukai anak-anak. Manis, segar, dan pastinya enak di lidah. Ibu bisa menyajikan hidangan pencuci mulut ini saat cuaca panas.
Baca Juga : 4 Kreasi MILO Bubuk Minuman Coklat Sachet Panas dan Nikmat
3. MILO Jelly Red Bean
Kreasi minuman coklat sachet yang satu ini pastinya bisa menjadi favorit anak, lho. Ibu bisa coba membuat MILO Jelly Red Bean. Selain rasanya yang menyegarkan mulut, sajian ini juga kaya akan nutrisi. Dijamin aman untuk anak. Lalu, bagaimana cara membuatnya?
Ibu hanya tinggal menyiapkan bahan, seperti susu cair, bubuk MILO, red bean, dan juga jelly. Tentunya, ini bahan-bahan yang mudah didapatkan Ibu. Perlu Ibu pahami, red bean alias kacang merah ini kaya akan protein. Tentunya ketika mengonsumsi ini anak akan kenyang lebih lama dan energinya pun bertambah. Tak sulit, kan, membuat minuman coklat sachet ini?
Tentunya, Ibu bisa menggunakan MILO Activ-Go Sachet 22 gram sebagai bahan dasar kreasi minuman coklat sachet ini. Minuman coklat berenergi ini memiliki kandungan susu, cokelat, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Susu MILO juga mengandung vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta kalsium, fosfor, dan zat besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Yuk, Ibu jangan ragu membuat hidangan pencuci mulut untuk anak!
MILO 3in1
Apa yang dirasakan setelah melakukan kegiatan olahraga? Pastinya, tubuh anak, menjadi terasa lelah dan membutuhkan energi pengganti. Minuman susu bubuk coklat yang segar dan manis bisa mengembalikan energi anak, lho. Bagaimana caranya?
Perlu Ibu ketahui, segelas susu coklat dapat mengembalikan energi seseorang yang habis melakukan olahraga berat. Ini karena minuman susu bubuk coklat ini kaya akan nutrisi dan karbohidrat yang dibutuhkan anak. Itu sebabnya, disarankan untuk mengonsumsinya sehabis melakukan aktivitas olahraga ataupun kegiatan luar ruang lainnya.
Serunya lagi susu coklat bubuk bisa dikreasikan menjadi sejumlah hidangan minuman yang menarik dan unik. Pastinya, rasanya pun enak di lidah anak. Supaya Ibu tidak bingung, berikut beberapa rekomendasi menu minuman coklat yang bisa disajikan kepada anak setelah ia selesai berolahraga.
Baca Juga : Ini 4 Manfaat Konsumsi Susu Coklat Bubuk Sebelum Sekolah
1. Jus Pisang Coklat
Biasanya, rasa lapar menyerang anak yang habis melakukan olahraga berat. Padahal, ia sempat sarapan dulu, lho. Tahukah Ibu sebenarnya yang dirasakan itu bukan lapar, melainkan tubuh kekurangan energi. Sayangnya, anak berpikir itu sebagai rasa lapar. Supaya anak tidak makan secara berlebihan, Ibu bisa melakukan trik ini.
Salah satunya adalah membuatkan anak Jus Pisang Coklat sebagai hidangan yang dikonsumsi setelah olahraga. Pisang memiliki kandungan istimewa. Buah yang satu ini kaya akan mineral dan juga karbohidrat. Ketika mengonsumsinya, perut bisa merasa kenyang. Rasanya yang manis cocok sekali dipadukan dengan susu coklat.
Olahan susu bubuk coklat ini dapat mengembalikan energi anak dalam sekejap. Selain itu, dapat membuat anak merasa kenyang, lho. Tentunya, rasa Jus Pisang Coklat ini disukai anak.
2. Chocolate Milkshake
Anak yang habis melakukan olahraga biasanya menginginkan minuman yang melegakan tenggorokan sebagai pelepas dahaga. Nah, Chocolate Milkshake bisa menjadi pilihannya. Resepnya sangat mudah dibuat oleh Ibu, lho. Ada bubuk coklat dan kandungan susu di dalamnya. Supaya tambah segar, tambahkan es batu ataupun es krim vanila supaya terasa lebih lezat.
Sudah pasti, minuman susu bubuk coklat ini dapat mengembalikan energi anak dalam sekejap. Selain itu, rasanya yang manis membuatnya jadi favorit anak. Supaya rasanya tidak terlalu manis, Ibu bisa memberikannya sedikit garam, lho.
3. Chocolate Banana Smoothie
Anak mau minuman dingin yang lebih segar lagi, Chocolate Banana Smoothie bisa menjadi pilihannya. Sensasi dingin karena esnya ini bisa membuat tubuh yang panas karena berolahraga, adem kembali. Cara membuatnya pun tak sulit, kok. Namun, Ibu bisa mempersiapkannya sejak malam.
Ini karena sebelumnya pisang dipotong-potong dan dimasukan ke dalam freezer. Setelah itu, potongan pisang beku tersebut diblender bersama bubuk coklat. Tentunya, ini membuat sensasi dingin yang segar. Wajib coba Ibu!
Baca Juga : Rekomendasi Bubuk Coklat untuk Minuman di Momen Spesial
4. Alpukat Coklat
Ibu juga bisa memadukan susu bubuk coklat dengan alpukat, lho. Coba minuman Alpukat Coklat ini. Hidangan yang satu ini bisa membuat energi anak kembali dalam waktu yang cepat. Selain itu, tekstur alpukat yang creamy membuat sajian ini terasa mengenyangkan. Cocok sekali menjadi sajian minuman setelah olahraga.
Perlu Ibu tahu, buah alpukat merupakan salah satu superfood yang artinya kaya akan nutrisi. Mulai dari protein, lemak baik, hingga vitamin dan mineral ada dalam buah ini. Ditambah lagi kandungan gizi susu yang kaya kalsium. Tentunya, segala kebaikan ini membuat Ibu makin yakin membuatkan anak minuman Alpukat Coklat.
5. Es Coklat Santan
Anak tidak terlalu suka rasa manis? Ibu bisa memilih menu Es Coklat Santan sebagai sajian sehabis anak berolahraga. Perpaduan santan dan coklat memberikan rasa yang manis dan gurih. Minuman olahan susu bubuk coklat ini cocok untuk dipadukan dengan es sebagai penyegar dahaga setelah berolahraga. Pastinya, minuman ini juga segar dan dapat mengembalikan energi anak dalam waktu singkat.
Saat berolahraga, lengkapi kebutuhan energi anak agar ia siap menjalankan aktivitasnya. Untuk melengkapi energi anak sekaligus memberikannya minuman dengan kandungan susu bubuk coklat, berikanlah MILO 3in1 setiap hari. Minuman coklat berenergi ini memiliki kandungan susu, cokelat, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Susu MILO juga mengandung vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta kalsium, fosfor, dan zat besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Ibu merasa repot harus menyeduh bubuk susu dengan air atau memanaskan susu sapi murni? Tenang saja, sekarang ini sudah banyak susu kotak UHT yang aman dikonsumsi anak. Bahkan, susu jenis memiliki banyak rasa, seperti coklat, stroberi, hingga melon. Pastinya, anak suka menyeruputnya. Apalagi dalam kondisi dingin. Namun, tahukah Ibu terkait informasi susu kemasan kotak ini? Apa yang membedakannya dari jenis susu lainnya? Coba ikuti beberapa penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Susu Kotak UHT?
Susu UHT adalah metode pengolahan susu sapi yang menggunakan teknologi pemanasan tingkat tinggi dalam waktu yang cepat. Proses pemanasan ini juga disebut pasteurisasi. Susu kemasan kotak ini juga disebut Ultra High Temperature.
Seberapa panas susu sapi tersebut dipanaskan? Perlu Ibu tahu temperaturnya bisa mencapai di atas 138 derajat Celcius. Nah, proses ini hanya memakan waktu 2-4 detik, lho. Tentunya, setelah itu, susu tersebut didinginkan. Tidak mungkin bukan kalau anak mengonsumsinya dalam kondisi sepanas itu.
Baca Juga : Susu Milo Untuk Usia Berapa
Kemasan susu UHT sebetulnya cukup beragam. Ada yang ukurannya 125 ml hingga 1 liter. Bahan kemasannya pun bisa terbuat dari karton atau ada juga yang menggunakan botol plastik yang tentunya aman digunakan untuk industri makanan dan minuman. Bahkan, ada yang menyimpannya di dalam kaleng steril seperti minuman soda.
Proses pemanasan tersebut membuat susu kotak UHT itu lebih awet dan tahan lama. Bahkan, bisa tahan hingga 9 bulan lamanya. Namun, dengan satu syarat. Ibu jangan membuka kemasannya. Kalau sudah dibuka, susu tersebut hanya akan bertahan selama 3-4 hari.
Karena ukurannya yang beragam, susu kotak juga mudah dibawa ke mana saja. Ibu bisa menyelipkannya sebagai bekal anak ke sekolah. Bisa juga menaruhnya di dalam tas kecil ketika anak akan berolahraga. Anak juga tinggal mengisapnya saja dengan menggunakan sedotan. Tidak perlu menakar ataupun menyeduhnya dengan air panas. Bisa dibilang, ini sangat praktis.
Apa Beda Susu UHT dan Susu Pasteurisasi?
Walaupun sama-sama menggunakan proses pemanasan, ternyata terdapat perbedaan dari susu UHT dan susu pasteurisasi. Di manakah letak perbedaannya? Pertama-tama, dalam proses pemanasan. Susu UHT dipanaskan menggunakan suhu yang lebih panas, yakni sekitar di atas 138 derajat Celcius, sedangkan susu pasteurisasi di sekitar 78-85 derajat Celcius selama 10-15 detik.
Kandungan nutrisi susu pasteurisasi tidak banyak berubah dari aslinya. Ini karena proses pemanasannya tidak dalam suhu yang tinggi, sedangkan kandungan susu UHT sebaliknya. Namun keduanya, biasanya akan melalui proses fortifikasi. Ini merupakan penambahan mikronutrien atau Vitamin ke dalam sebuah sajian. Tentunya, ini supaya anak yang mengonsumsi kedua jenis susu tersebut tetap mendapatkan pelengkap gizi yang maksimal. Dibanding susu pasteurisasi, susu UHT lebih steril. Ini karena hampir semua bakteri mati dalam proses pembuatannya.
Baca Juga : Kenali Periode Tumbuh Aktif Pada Anak
Apakah Susu UHT Boleh Dipanaskan?
Sebenarnya, hal tersebut boleh saja dilakukan. Misalnya, Ibu ingin membuat puding menggunakan susu ini. Namun, memang ada kemungkinan nutrisi yang ada dalamnya sudah berkurang karena adanya proses pemanasan. Bila Ibu ingin memberikan susu kotak UHT panas, coba gunakan api kecil saja dan jangan sampai mendidih, ya.
Nah, tahukan Ibu bahwa MILO UHT Kotak juga melalui proses UHT seperti yang dijelaskan di atas sehingga terjamin keamanan kandungan susunya. Selain itu, MILO UHT Kotak juga mengandung susu, bubuk kakao, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Minuman berenergi ini juga mengandung Vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Sekarang, Ibu sudah tahu kan, segala sesuatunya soal susu kotak UHT. Susu ini cocok menjadi pelengkap nutrisi harian anak. Dukung terus pertumbuhan si anak aktif, ya!
Musim pancaroba bisa menjadi saat yang krusial bagi anak. Hal ini karena anak bisa saja terpapar penyakit yang berasal dari virus, bakteri, ataupun radikal bebas. Untuk itu, ibu memerlukan susu yang mengandung Vitamin D? Kira-kira mengapa demikian, ya?
Sebenarnya, Vitamin D untuk apa? Salah satu nutrisi penguat daya tahan tubuh atau imunitas adalah Vitamin D. Jenis Vitamin ini larut dalam lemak dan dapat menyerap juga mempertahankan Kalsium serta Fosfor. Biasanya, Vitamin jenis ini bisa didapatkan dari sinar matahari. Namun ketika musim penghujan, Ibu bisa mendapatkannya dari asupan makanan. Salah satunya susu yang mengandung Vitamin D.
Manfaat Vitamin D lainnya adalah untuk memperkuat otot dan tulang. Lalu, nutrisi ini juga mempermudah penyerapan Kalsium. Tentunya Kalsium diperlukan untuk memperlancar peredaran darah. Bila asupan nutrisi jenis tersebut dari makanan anak tidak cukup, Ibu harus menyediakan pelengkapnya seperti susu yang mengandung Vitamin D.
Perlu Ibu ketahui, kebutuhan Vitamin D anak-anak hingga orang dewasa berusia 50 tahun adalah 600 UI setiap harinya. Ibu tak bisa mengandalkan sinar matahari saja untuk mencapai kebutuhan tersebut. Harus ada makanan tambahan lainnya. Selain susu, lalu apa saja sumber Vitamin D lainnya? Berikut ini daftar bahan makanannya.
Baca Juga : Manfaat Susu Coklat yang Mengandung Vitamin D & Kalsium untuk Anak
1. Minyak Ikan
Biasanya, jenis minyak ini berasal dari minyak hati ikan kod. Perlu Ibu ketahui kalau minyak ikan ini mengandung 450 IU Vitamin D per setiap sendok teh. Itu artinya, sudah memenuhi hampir 75% kebutuhan harian yang direkomendasikan. Biasanya, pilihan ini digunakan untuk anak yang kurang menyukai konsumsi ikan.
2. Kuning Telur
Anak kurang menyukai hidangan laut? Pastinya, ia tidak akan menolak omelet hangat, kan. Ternyata, kuning telur juga kaya akan Vitamin D, lho. Sedangkan bagian putih telur mengandung Protein. Bila Ibu menggunakan dua kuning telur ayam berukuran besar untuk sarapan anak, itu berarti sudah memberikan 88 UI Vitamin D untuk anak. Itu tandanya sekitar 15% kebutuhannya sudah terpenuhi.
3. Keju
Biasanya, hidangan dengan keju meleleh selalu disuka anak. Awalnya, Ibu tak yakin untuk memberikannya kepadanya. Namun, tahukah kalau bahan makanan ini juga menjadi sumber Vitamin D.
Walaupun jumlahnya hanya 8-24 IU Vitamin, tetap bisa menjadi camilan sehat untuk anak. Ibu bisa mengecek komposisinya di label produk keju, ya. Ini karena ada kemungkinan jumlah kandungan Vitamin D bisa berbeda tergantung proses produksi keju.
4. Tuna Kaleng
Tuna juga termasuk dalam jenis ikan berminyak yang kaya akan omega-3. Namun tak hanya itu, tuna yang sudah dikemas dalam kaleng juga bisa menjadi sumber Vitamin D untuk anak, lho. Dalam 1 buah tuna kalengan porsi 3,5 ons, terdapat 268 IU Vitamin D. Cocok sekali sebagai penambah dan pelengkap kebutuhan Vitamin anak.
5. Tahu dan Tempe
Tahu dan tempe tentunya akrab di lidah Ibu serta keluarga. Ini merupakan bahan makanan yang mudah didapat dan sangat terjangkau. Meskipun demikian, kedua makanan olahan kacang kedelai ini juga kaya akan Vitamin D. Tidak percaya? Dalam 100 gram tempe dan tahu, terdapat 26% Vitamin D yang dibutuhkan tubuh anak. Untuk itu, rutin mengonsumsinya bisa mendatangkan keuntungan.
6. Kiwi
Buah kiwi yang berbentuk unik disebut-sebut kaya akan Vitamin C. Tentunya, kandungan ini bagus sekali untuk memperkuat daya tahan tubuh anak. Namun sebenarnya, keunggulan buah berbulu ini tak cuma itu. Kiwi juga memiliki kandungan Vitamin D. Tentunya, ini membuat buah ini menjadi salah satu super food yang aman dikonsumsi secara rutin.
7. Susu Coklat
Salah satu alasan anak rutin mengonsumsi rutin susu coklat setiap hari adalah untuk pelengkap nutrisi yang tidak didapat dari makanan. Selain protein dan kalsium, susu coklat juga mengandung sekitar 51 IU Vitamin D per 100 gram. Selain itu, susu coklat juga kaya akan energi. Jadi, cocok dikonsumsi untuk anak yang aktif berkegiatan.
Ibu juga bisa memberikan pelengkap Vitamin D yang berupa minuman, seperti MILO 3in1. Minuman coklat favorit anak ini mengandung susu, bubuk kakao, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Minuman berenergi ini juga mengandung Vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Sekarang, Ibu sudah paham mengapa harus memenuhi kebutuhan Vitamin D anak. Nah, susu yang mengandung Vitamin D bisa menjadi salah satu jalan keluar pemenuhan kebutuhan tersebut. Jangan lupa untuk memberikannya untuk anak, ya!
Ibu pastinya menginginkan anak tumbuh cerdas dan berprestasi. Biasanya, ibu memberikan segala macam stimulasi agar kemampuan kognitif anak berkembang. Namun, sebenarnya anak juga butuh makanan penambah daya ingat dan kecerdasan, lho. Apakah itu?
Makanan penambah daya ingat dan kecerdasan sebenarnya adalah jenis hidangan kaya nutrisi untuk memenuhi kebutuhan energi harian anak. Mulai dari daging, sayur mayur, hingga buah-buahan. Ibu mau tahu makanan apa yang ada di daftar makanan nutrisi otak? Cek di sini, ya!
1. Ikan
Anak hanya suka mengonsumsi ayam untuk lauknya? Tampaknya, Ibu harus membuat kebiasaan baru untuk anak. Cobalah untuk mulai mengonsumsi ikan. Ini karena ikan merupakan salah satu bahan makanan yang membuat cerdas dan pintar. Mengapa demikian?
Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Energi Anak dengan Makanan Berikut!
Agar Ibu lebih memahaminya, ikan memiliki kandungan asam lemak omega-3, seperti DHA dan EPA. Sajian ini juga kaya akan Protein. Semua kandungan ini sebenarnya merupakan asupan yang diperlukan otak untuk pertumbuhan. Itu sebabnya, Ibu disarankan untuk memberikan menu ikan paling tidak dua kali dalam seminggu untuk anak.
Biasanya, ikan yang kaya akan Omega-3 adalah jenis yang berminyak. Misalnya, salmon, tenggiri, kembung, dan sarden. Ayo, mulai kebiasaan makan baru untuk anak!
2. Telur
Telur mata sapi maupun omelet biasanya menjadi menu sarapan favorit anak sebelum berangkat ke sekolah. Tahukah Ibu kalau telur termasuk dalam bahan makanan penambah daya ingat dan kecerdasan anak? Bagaimana bisa?
Pastinya, Ibu sering mendengar pendapat soal mengonsumsi kuning telur terlalu banyak dapat memicu munculnya masalah kolesterol. Namun, mengonsumsinya dengan jumlah tepat justru membawa keuntungan untuk anak, lho.
Pasalnya, kuning telur kaya akan kandungan Kolin. Apa itu Kolin? Ini merupakan senyawa kimia yang larut di dalam air dan memiliki fungsi mirip dengan Vitamin. Manfaat dari kolin ini sebenarnya menjaga sistem saraf, khususnya yang terkait dengan gerakan otot, gerak jantung, dan juga memori. Tentunya, ini dibutuhkan supaya anak bisa lancar menerima pelajaran di sekolah.
Baca Juga : Perhatikan, 6 Cara Ini untuk Tahap Perkembangan Kognitif Anak
3. Daging Tanpa Lemak
Mengonsumsi daging tak melulu membuat tubuh kelebihan lemak atau kelebihan berat badan, lho. Apalagi kalau Ibu menghidangkan daging tanpa lemak untuk anak. Perlu Ibu ketahui daging merah tanpa lemak ternyata sangat kaya akan kandungan Zat Besi. Lalu apa hubungannya dengan kecerdasan otak?
Ibu harus tahu tubuh anak memerlukan Zat Besi untuk memperlancar peredaran darah. Di dalam darah tersebut, terdapat oksigen dan nutrisi lainnya. Tentunya, nantinya akan sampai ke daerah otak. Ketikan anak kekurangan Zat Besi, dapat memperlambat perkembangan kognitif anak. Bahkan, mengurangi fokus atau konsentrasi. Ini akan berdampak pada nilai akademis anak. Ibu bisa memberikan daging tanpa lemak, seperti ayam, daging sapi, ikan, dan juga kerang.
4. Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Bisa dibilang sebenarnya Ibu bisa mendapatkan semacam Vitamin otak alami untuk anak. Salah satu caranya adalah anak diberikan sajian yang mengandung kacang-kacangan dan juga biji-bijian.
Bahan makanan ini mengandung banyak Protein, Asam Lemak, Zat Besi, Vitamin E dan Zinc. Semua kandungan ini bermanfaat untuk mencegah masuknya radikal bebas ke tubuh anak. Selain itu, bahan makanan ini juga merupakan nutrisi otak alami. Ibu bisa memberikan sereal gandum, kacang kedelai, hingga kacang merah untuk anak.
5. Susu
Pastinya, Ibu sudah tahu kalau susu dapat membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Namun, tahukah Ibu kalau susu, terutama susu coklat bisa menambah energi dengan cepat. Ketika energi anak maksimal, tentunya mood menjadi baik serta tak sulit konsentrasi.
Anak akan mudah menyerap pelajaran dan daya ingatnya pun bisa lebih kuat. Hal ini juga bisa memengaruhi performa anak di sekolah. Selain itu, susu coklat juga bisa mengurangi risiko obesitas pada anak. Ini karena jenis susu tersebut bisa membuat anak kenyang lebih lama.
Bila anak tidak begitu menyukai susu sapi putih, Ibu bisa memberikan minuman coklat yang mengandung susu, seperti MILO 3in1. Minuman coklat favorit anak ini mengandung susu, bubuk kakao, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Minuman berenergi ini juga mengandung Vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Dukung terus pertumbuhan anak dengan selalu menyediakan bahan makanan penambah daya ingat dan kecerdasan. Mari Ibu, siapkan makanan penuh gizi untuk anak!
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya untuk cerdas dan berprestasi. Hal ini membuat para Ibu mencari tahu cara meningkatkan kecerdasan anak yang tepat. Bahkan, tak jarang Ibu mendaftarkan sejumlah les untuk merangsang kecerdasan anak.
Sebenarnya, cara meningkatkan kecerdasan anak tidak melulu seperti itu, Bu. Memasuki usia sekolah, anak memiliki banyak energi untuk bisa digunakan lewat aktivitas fisik. Jenis kegiatan itu juga tanpa disadari Ibu bisa meningkatkan kecerdasan otak anak, lho. Jadi, anak tidak usah melulu berkutat dengan pelajarannya.
Lalu, apa saja aktivitas fisik yang dapat melatih kecerdasan otak anak? Ini beberapa olahraganya yang perlu Ibu ketahui.
1. Senam Pagi
Cara meningkatkan kecerdasan anak yang pertama ini bisa dilakukan anak dan Ibu secara bersama di rumah. Ibu hanya bermodal sepatu olahraga dan video streaming. Senam pagi sebenarnya merupakan aktivitas fisik yang fungsinya untuk peregangan. Biasanya, ini akan memicu kemampuan motorik anak karena menggunakan musik dan gerakan seperti tarian.
Sekarang ini, banyak sekali contoh video latihan senam pagi yang beredar di media sosial. Ibu bisa memilih yang sesuai dengan kemampuan anak. Lakukan senam pagi setiap hari selama 30 menit bersama anak.
Melakukan gerakan fisik yang teratur ini bisa meningkatkan kadar hormon oksitosin di dalam tubuh. Nah, hormon ini berfungsi untuk meningkatkan memori otak anak.
Baca Juga : Ini Cara Tingkatkan Rasa Percaya Diri pada Anak Selama di Rumah
2. Lari Pagi
Salah satu penyebab yang membuat nilai akademis anak tidak begitu baik adalah sulitnya untuk fokus saat di sekolah karena mood-nya jelek. Tahukah Ibu kalau lari bisa membantu anak mengatasi masalah tersebut?
Olahraga lari sendiri sebenarnya merupakan aktivitas fisik yang tidak mengeluarkan banyak biaya dan fleksibel bisa dilakukan di mana dan kapan saja. Anak cukup lari rutin setiap hari selama 20-30 menit saja, Ibu bisa melihat hasilnya.
Dengan berlari pagi sekitar lingkungan rumah, bad mood anak pun bisa menghilang. Alhasil, anak lebih bisa konsentrasi belajar. Anak yang secara teratur berolahraga ringan dapat memecahkan masalah dan meningkatkan fokus mereka ketika beraktivitas di sekolah.
3. Pencak Silat
Anak yang memiliki emosi tidak stabil dan sering bad mood juga dapat membuat kecerdasan otaknya sulit meningkat. Hal ini karena anak akan cenderung bersikap masa bodoh dengan pelajaran yang tengah dijelaskan. Bahkan, marah-marah dan mudah menyerah ketika tidak berhasil menyelesaikan soal dari guru. Emosi yang tidak stabil ini biasanya memang dialami oleh anak yang sudah memasuki usia puber.
Untuk itu, anak memerlukan sesuatu kegiatan untuk meluapkan emosinya supaya ia menjadi lebih tenang. Aktivitas yang cocok untuk mengatasi masalah itu adalah pencak silat.
Baca Juga : 6 Cara Membangun Karakter Saling Menghormati Dengan Olahraga
Olahraga yang satu ini biasanya menggunakan gerakan melompat, menendang, memukul, hingga berlari. Tentunya gerakan-gerakan ini bisa membuat energi anak terkuras.
Tanpa disadari aktivitas yang dilakukan saat olahraga pencak silat juga membantu anak menyalurkan emosi dengan baik. Bahkan, tubuh akan mengeluarkan endorfin atau hormon kebahagiaan yang membuat anak memiliki energi positif dan semangat. Anak pun akan merasa lega. Ketika memulai belajar, dia akan lebih segar dan mudah berkonsentrasi.
4. Bersepeda
Tahukah Ibu kalau salah satu manfaat bersepeda adalah untuk meningkatkan kecerdasan anak? Pasti Ibu bertanya-tanya bagaimana caranya? Jadi begini, ketika anak mengayuh sepeda, tentu ada bagian tubuh yang ikut beraktivitas. Bahkan, ada tiga anggota tubuh yang bekerja secara bersamaan, yaitu mata, tangan, dan kaki.
Ini tanpa disadari memerlukan konsentrasi penuh, terutama untuk menyelaraskan gerakan. Belum lagi, anak harus memastikan tubuhnya tetap seimbang di atas sepeda. Hal ini dapat melatih anak untuk berkonsentrasi penuh.
Melatih kecerdasan anak tidak lengkap tanpa adanya asupan gizi. Ibu bisa menyediakan minuman pelengkap nutrisi MILO Activ-Go sesudah anak melakukan aktivitas
Minuman coklat favorit anak ini mengandung susu, bubuk kakao, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. MILO Activ-Go juga mengandung Vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Pagination
- Previous page
- Page 19
- Next page