Dalam rangka menyambut Hari Olahraga Nasional, Ibu tentu ingin anak terlibat dalam suatu kegiatan olahraga. Pastinya, Ibu ingin aktivitas fisik tersebut selain dapat meningkatkan kesehatan juga dapat membangun karakter anak. MILO percaya bahwa olahraga dapat mengajarkan nilai sosial yang baik untuk anak.

Nah, salah satu jenis olahraga yang bisa menjadi cara membangun karakter anak adalah futsal. Olahraga berkelompok ini dapat meningkatkan keahlian pribadi dan kemampuan sosial anak. Itu sebabnya, sangat diperlukan dalam masa pertumbuhan ini.

Apa Itu Permainan Futsal?

Olahraga ini memang populer di kalangan anak-anak dan remaja. Sejumlah sekolah juga memiliki ekskul futsal, lho. Bahkan, banyak kompetisinya hingga ke ajang internasional. Namun, apakah Ibu tahu seperti apa sebenarnya olahraga yang dapat membentuk karakter anak ini?

Perlu Ibu ketahui, permainan futsal mirip dengan sepakbola. Perbedaannya, futsal dilakukan di lapangan yang lebih kecil dan juga jumlah pemainnya lebih sedikit, yakni enam orang. Waktu pertandingannya pun lebih singkat sekitar 20 menit setiap babak.

Olahraga yang membangun karakter anak ini diperkenalkan pertama kali di Amerika Selatan pada tahun 1930 dan sudah diakui oleh berbagai lembaga sepak bola internasional. Futsal sendiri mulai dikenal di Indonesia pada awal tahun 2000-an.

Permainan futsal fokus terhadap kemampuan teknik setiap pemain dan juga keahlian memberikan keputusan ketika berada dalam kondisi tekanan tinggi. Tampaknya, ini akan membuat anak lebih kuat dan cerdik, ya.

Manfaat Futsal untuk Pembentukan Karakter Anak

Selain bagus untuk melatih fisik, olahraga futsal juga dapat membangun karakter anak, lho. Bagaimana cara pembentukan karakter anak ini dilakukan? Caranya dengan mengecek manfaatnya berikut ini.

1. Belajar Bekerja Sama dengan Orang Lain

Bangun karakter tak bisa dilakukan sendiri. Ibu juga memerlukan orang lain untuk bisa melakukannya. Salah satunya adalah dengan permainan futsal. Dalam olahraga ini, anak harus belajar beradaptasi, memahami orang lain, menekan ego, melatih emosi, dan lebih berani berpendapat. Setiap tim pun harus mengerti satu sama lain terhadap kebiasaan dan juga kondisi rekan-rekannya. Ini tentunya untuk mencapai teamwork yang baik.

Tanpa disadari kemampuan observasi anak pun meningkat. Anak akan bersikap dan bertingkah sesuai dengan kondisi yang dihadapinya. Ia pun belajar lebih peka terhadap perasaan orang lain.

2. Lebih Disiplin

Mengapa futsal bisa membuat anak lebih disiplin? Perlu Ibu ketahui, latihan dan pertandingan futsal itu cukup ketat dan padat, sehingga anak bahkan tidak sempat berpikir untuk melanggar aturan yang dibuat. Bila anak terbiasa dengan pola tersebut, pastinya ini menjadi cara anak lebih disiplin.

3. Belajar Pengendalian Diri

Saat belajar teknik futsal, anak juga harus bisa mengendalikan emosi. Perlu Ibu ketahui, emosi yang tidak stabil saat pertandingan dapat menyebabkan permainan menjadi buruk.

Misalnya, tim futsal anak dalam kondisi ketinggalan point dari tim lawan. Tanpa disadari, anak panik dan sulit mengendalikan emosinya. Hal ini bisa mengakibatkan anak tak dapat menendang bola dengan tepat dan membuat performa tim menurun. Bahkan, ia rentan melakukan kesalahan yang berdampak dengan hukuman.

Oleh karena itu, futsal bisa mengendalikan emosinya. Diharapkan kemampuan ini dapat dibawa dalam kehidupan sehari-hari anak.

4. Mampu Mengambil Keputusan

Tahukah Ibu kalau permainan futsal mengharuskan pemainnya untuk berpikir cepat? Karena tempo permainannya cepat, anak harus dapat memprediksi lawan serta mengambil keputusan dalam hitungan detik. Kebiasaan ini membantu anak lebih percaya diri dalam memutuskan sesuatu dan secara tidak langsung meningkatkan kecerdasannya. Tanpa disadari, aktivitas ini membentuk karakter problem solver dengan kemampuan observasi lingkungan yang baik.

5. Menghormati Orang Lain

Futsal bukan olahraga one man show. Jadi, anak tidak bisa bertindak sendirian sesuka hati saat melakukan permainan jenis ini. Anak harus menghormati pelatih, kapten tim, dan juga teman-teman satu timnya.

Selain itu, anak juga belajar menerima kekalahan dan sportivitas. Anak akan belajar untuk memberikan selamat kepada pemenangnya. Bahkan, berpikir untuk melakukan lebih baik di pertandingan selanjutnya. Jadi, anak tidak sedih berlarut-larut ketika menghadapi kegagalan ataupun keinginannya belum tercapai.

Baca Juga:   Pentingnya Bermain untuk Tingkatkan Kreativitas Anak

Lalu, bagaimana peran Ibu untuk pembentukan karakter anak? Tentunya, Ibu sebagai pendukung utama anak. Memberikan semangat sebelum dan sesudah olahraga futsal dilakukan. Salah satu bentuk dukungan Ibu adalah dengan memberikan MILO UHT untuk mengisi kembali energinya.

Dalam sekotak MILO UHT dengan kebaikan malt, susu, dan cokelat mengandung Vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi. Tentunya, ini untuk bantu anak terus berenergi sepanjang hari.

Ibu juga bisa membentuk karakter anak dengan mendukungnya bergabung dalam MILO Activ Academy. Di sini, anak bisa mengikuti sejumlah kegiatan olahraga yang diminatinya dan berkompetisi dengan anak-anak lainnya dalam Kompetisi Kelas Activ. Yuk, daftar sekarang juga!

Selama pandemi ini, mungkin anak jarang beraktivitas fisik. Padahal, Ibu tahu kegiatan tersebut diperlukan anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Apalagi Hari Olahraga Nasional sudah di depan mata. Untuk menyambutnya, Ibu bisa mengajak anak melakukan senam aerobik. Dari jenis senam ini, manfaat olahraga bagi anak-anak bisa didapatkan. Sebelum itu, kenali dulu yuk, sejumlah fakta dari olahraga aerobik Ibu bisa melakukannya dengan baik bersama anak di rumah.

Apa Itu Aerobik?

Menurut Stanford Children Health Hospital, Amerika Serikat, aerobik adalah latihan gerakan yang dapat memicu aliran darah terpompa lebih cepat ke seluruh organ tubuh. Aktivitas ini akan membuat jantung berdetak lebih kencang dan membuat paru-paru menghirup oksigen lebih banyak. Itu sebabnya, orang akan bernapas lebih cepat saat melakukan aerobik.

Tentunya, ada batasan waktu untuk melakukan olahraga anak satu ini. Departemen Kesehatan AS menyarankan aerobik dilakukan oleh anak sekitar 60 menit dan pastikan anak melakukan aerobik minimal tiga kali dalam seminggu. Hal ini dilakukan supaya mendapatkan manfaat olahraga bagi anak-anak. Nah, Ibu bisa melakukannya bersama anak di rumah. Bisa dilakukan setiap pagi sebelum sekolah online atau pada sore hari saat anak mulai merasa bosan.

Manfaat Aerobik Bagi Anak

Bagaimana Bu, sudah paham soal aktivitas kesehatan yang satu ini, kan? Sekarang saatnya Ibu mengetahui manfaat dari olahraga aerobik. Berikut ini beberapa manfaat olahraga bagi anak-anak bila aerobik dilakukan dengan baik, benar, terukur, dan teratur.

  1. Membakar Kalori & Meningkatkan Metabolisme

    Obesitas menjadi perhatian utama Ibu ketika anak jarang berkegiatan fisik. Biasanya, obesitas terjadi saat energi yang keluar lebih sedikit dari energi yang masuk. Nah, aerobik bisa menjadi jawaban Ibu untuk membakar kalori ataupun lemak berlebih dalam tubuh anak sekaligus meningkatkan metabolisme tubuhnya.

    Senam aerobik membantu tubuh bergerak aktif meski gerakannya sederhana. Selain itu, aerobik juga sangat menyenangkan karena diiringi lagu yang bersemangat dan bisa dilakukan bersama seluruh anggota keluarga. Bahkan, anak bisa ikut berkompetisi dengan mengikuti senam aerobik, lho. Caranya, gabung MILO Activ Academydi sini, ikuti tahapan pelatihannya, dan tunjukkan prestasi olahraga anak dalam Kompetisi Kelas Activ sebagai pemilik poin terbanyak!

  2. Menjaga Paru-Paru dan Jantung Tetap Sehat

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, aerobik membuat otot-otot membutuhkan lebih banyak oksigen. Itu sebabnya, anak yang melakukan aerobik akan lebih cepat saat bernapas.

    Ibu mungkin berpikir anak ngos-ngosan karena lelah berolahraga. Padahal, ini merupakan tanda anak melakukan aerobik dengan tepat. Ketika anak bernapas lebih cepat, aktivitas ini membuat darah mengalir melewati paru-paru untuk mengambil oksigen. Jantung pun mempercepat gerakan pompa darah yang kaya oksigen ke seluruh otot dan organ tubuh. Secara tidak langsung, anak melakukan jenis olahraga kardiovaskular. Kalau dilakukan secara rutin, hal ini dapat memperkuat otot jantung dan paru-paru anak.

  3. Memperkuat Tulang dan Otot

    Manfaat olahraga bagi tubuh pastinya berhubungan dengan tulang dan otot. Menurut penelitian, orang yang melakukan aerobik secara rutin selama empat minggu mengalami peningkatan produksi protein otot rangka. Artinya, contoh aktivitas fisik seperti aerobik dapat menguatkan otot tubuh. Selain itu, dalam gerakan aerobik juga ada latihan menahan beban yang dapat melatih tulang menjadi lebih kuat.

  4. Melatih dan Mengembangkan Motorik Anak

    Bu, melatih motorik anak tak cuma diperlukan saat anak masih balita, tapi juga pada usia sekolah hingga remaja. Nah, salah satu cara untuk melatih motorik anak adalah melalui latihan gerakan, dan aerobik adalah salah satunya. Ini karena saat melakukan aerobik, anak akan mencontoh sejumlah gerakan dari instruktur atau video yang ditonton. Koordinasi bagian tubuh yang bergerak bersamaan, bergantian, maupun berlawanan inilah yang akan membantu meningkatkan kemampuan motorik anak.

  5. Menaikkan Mood Anak

    Terlalu lama di dalam rumah tentunya membuat anak bosan. Bahkan, berisiko membuat emosinya sulit terkontrol serta mood tidak menentu. Manfaat olahraga bagi anak-anak salah satunya juga berkaitan dengan kesehatan mentalnya, lho. Berdasarkan beberapa penelitian, sejumlah olahraga mampu mengurangi mood negatif dan meningkatkan mood positif. Hal ini mengurangi risiko anak mengalami stres ataupun masalah psikologi lainnya.

  6. Meningkatkan Kecerdasan Anak

    Sejumlah penelitian medis menemukan manfaat senam aerobik untuk kecerdasan anak, lho. Ibu mungkin bertanya-tanya, apa hubungannya gerakan fisik dan otak anak? Perlu Ibu tahu, rutin melakukan aerobik melatih proses berpikir anak. Kemampuan ini dilatih ketika anak mulai mengikuti gerakan demi gerakan dari senam aerobik. Saat itulah, anak belajar konsentrasi untuk menerima informasi baru sekaligus menerapkannya, sehingga bisa mengoptimalkan daya serap pelajaran di skeolah.

Baca Juga:  Alasan Olahraga Pagi Bisa Bantu Sang Juara Optimalkan Tumbuh Kembangnya

Ternyata banyak sekali ya, manfaat aerobik untuk anak. Mulai dari manfaat bagi fisik, mental, hingga kemampuan belajar. Supaya manfaat olahraga bagi anak-anak terasa dengan optimal, ajak anak melakukan pemanasan terlebih dulu sebelum melakukan senam aerobik, ya. Fungsi pemanasan sebelum olahraga salah satunya adalah agar tubuh tidak kaget saat memulai gerakannya.

Nah, setelah selesai, Ibu bisa mengisi kembali energi anak dengan MILO UHT. Kombinasi malt, susu, dan cokelat yang lezat dalam sekotak MILO UHT pasti disukai anak. Tak hanya itu, MILO UHT juga mengandung Vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi untuk bantu anak terus berenergi sepanjang hari. Yuk, ajak anak untuk lebih sehat dan berenergi!

Olahraga lari memang terlihat tidak terlalu berat dan simple. Namun, bila anak tidak melakukan persiapan yang tepat, bisa saja muncul cedera di kaki atau bagian tubuh lainnya. Untuk itu, Ibu harus memastikan anak melakukan gerakan pemanasan sebelum lari dimulai.

Pemanasan berguna untuk membuat otot-otot menjadi lebih fleksibel, kuat, dan sehat. Otot yang fleksibel ini diperlukan untuk menjaga rentang pergerakan antar sendi.

Manfaat Pemanasan Sebelum Lari

Tanpa gerakan pemanasan sebelum lari, otot-otot akan memendek dan menjadi tegang. Hal inilah yang memungkinkan terjadinya nyeri sendi, kram, ataupun kerusakan pada otot. Tentunya, Ibu tak ingin anak mengalami masalah kesehatan tersebut bukan? Berikut ini berbagai manfaat pemanasan sebelum lari:

  • Meningkatkan performa olahraga

Pemanasan sebelum lari membantu meningkatkan suhu dan fleksibilitas otot, serta membantu tubuh menjadi lebih efisien dan aman selama berolahraga. Pemanasan sebelum lari juga memungkinkan peningkatan detak jantung dan pernapasan secara bertahap di awal aktivitas. 

  • Meminimalisir risiko cedera

Pemanasan secara perlahan menghangatkan jantung dan pembuluh darah, yang juga disebut sistem kardiovaskular. Hal ini juga bisa meningkatkan suhu tubuh dan meningkatkan aliran darah ke otot. Ketika suhu tubuh dan fleksibilitas otot meningkat, sistem kardiovaskular akan siap untuk melakukan aktivitas fisik. Hal ini juga membantu untuk mencegah cedera dan nyeri otot.

Bagaimana Cara Melakukan Pemanasan yang Tepat?

Melihat manfaatnya, bisa dibilang pemanasan adalah bagian penting untuk mempersiapkan tubuh sebelum berolahraga. Itu sebabnya, gerakan pemanasan sebelum lari tidak boleh dilakukan sembarangan atau sekadar bergerak tidak beraturan. Ibu bisa meminta si Kecil melakukan pemanasan tepat sebelum Anda berolahraga. 

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, mintalah si kecil lakukan pemanasan minimal 10 menit. Pemanasan bisa dilakukan dengan memusatkan perhatian terlebih dahulu pada kelompok otot besar, seperti paha belakang. Untuk hasil terbaik, mulailah gerakan pemanasan dengan perlahan, lalu tingkatkan kecepatannya. 

Banyak gerakan pemanasan yang berfokus pada latihan kardio dan rentang gerak, seperti jumping jack dan lunge. Ibu juga bisa meminta si kecil melakukan pemanasan sederhana dengan berjalan di tempat sambil mengayunkan lengan perlahan, atau bahkan menari mengikuti beberapa lagu.

Gerakan Pemanasan Sebelum Berlari

Apakah Ibu masih bingung mengenai gerakan pemanasan yang bisa dilakukan bersama si kecil? Berikut ini sejumlah contoh gerakan pemanasan sebelum lari yang bisa diterapkan pada Ibu dan juga anak:

1. Jalan Cepat

Bagaimana cara melakukan gerakan pemanasan yang tepat? Salah satu caranya adalah anak melakukan olahraga yang dimaksud dalam versi yang lebih ringan. Misalnya, anak ingin olahraga lari. Untuk pemanasan, anak bisa lakukan jalan cepat selama 10-15 menit sebelum berlari.

Saat jalan cepat, usahakan fokus terhadap otot kaki dan tangan. Anggap saja tengah berlari. Hal ini dilakukan supaya otot-otot di bagian kaki dan tangan mulai terbiasa dengan gerakan di bagian tersebut. Pemanasan dengan jalan cepat ini juga mencegah terjadinya “otot kaget”. Maksudnya, otot terasa kaku dan nyeri karena langsung berolahraga.

2. Butt Kicks

Gerakan pemanasan yang satu ini berguna untuk mengencangkan dan memperkuat otot paha bagian belakang. Tentunya, bagian tubuh yang satu ini akan banyak digunakan ketika anak melakukan olahraga lari.

Tenang Bu, gerakan pemanasan yang satu ini cukup mudah diikuti oleh anak. Pertama-tama, tekuk lutut kanan dan angkat tumit ke arah belakang mendekati bokong. Lakukan gerakan ini secara bergantian dengan kaki kiri. Perhatikan tumpuan berat tubuh berada di dasar kaki (pangkal jari-jari kaki).Gerakan selanjutnya, anak diminta tendangkan bagian tumit ke arah bawah pantat secara bergantian. Pastikan bagian tumit mengenai ujung pantat tersebut. Satu set butt kick dilakukan selama 30 detik dengan istirahat 20 detik. Anak bisa melakukannya selama 5-10 menit.

3. Hip Circle

Perlu Ibu ketahui, selain bagian kaki, area panggul juga mendapatkan tekanan besar saat anak berlari. Agar cedera otot di bagian panggul anak tidak terjadi, Ibu harus mengajari anak untuk melakukan hip circle atau gerakan memutar pada area tubuh tersebut.

Gerakan ini dilakukan dengan berdiri dengan kaki terbuka. Kemudian, mulailah gerakan memutar di daerah panggul ke satu arah saja. Setelah melakukan 6-10 putaran di sisi tersebut, anak dapat menukar arah posisi hip circle. Lakukan hal tersebut kurang lebih 10 menit.

4. Calf Raises

Manfaat gerakan pemanasan dilakukan supaya bagian-bagian tubuh yang akan bekerja keras saat berlari siap dan tidak kaku. Salah satunya, otot betis. Area tubuh ini biasanya akan berkontraksi ketika anak mulai menaikkan kaki dari tanah (posisi kaki berlari). Untuk menghindari cedera di bagian tersebut, ibu bisa menyarankan anak melakukan gerakan calf raises.

Caranya tidak sulit kok, Bu. Anak bisa berdiri di pinggir tangga atau tempat yang lebih tinggi. Lalu, bagian belakang telapak kaki dibiarkan menggantung dengan posisi tubuh menghadap ke depan dan dalam.

Setelah posisi tubuhnya tepat, naik-turunkan kaki secara bergantian secara perlahan untuk meregangkannya. Anak diminta rasakan adanya kontraksi di bagian otot betis. Jika sudah merasakan kontraksinya, itu berarti gerakan peregangan yang dilakukan sudah tepat. Lakukan aktivitas itu selama kurang lebih 10 menit dengan tiap set 1 menit calf raises dan 1 menit istirahat.

5. Walking Lunges

Bila aktivitas peregangan yang dilakukan kurang tepat, biasanya anak akan mengalami otot kaku ataupun kram. Umumnya, hal ini bisa terjadi di area kaki hingga pinggang. Bahkan, dalam kasus yang ekstrem, bisa mengalami kerusakan permanen. Inilah hal yang ingin dihindari Ibu.

Walking lunges bisa menjadi salah satu gerakan peregangan yang aman dan tepat ketika anak akan melakukan olahraga lari. Caranya pasti mudah diikuti anak. Pertama-tama, tekuk lutut ke arah depan hingga membentuk sudut 90 derajat. Usahakan supaya hampir menyentuh tanah.

Coba tahan di posisi tersebut selama 2-4 detik. Lalu, kembali secara perlahan ke posisi berdiri. Lakukan gerakan tersebut sebanyak 10 kali dan 1 menit istirahat dalam satu set. Lakukan 5-10 menit sesuai kebutuhan.

Sekarang, Ibu sudah tahu gerakan pemanasan yang tepat untuk anak yang ingin melakukan olahraga lari, kan. Nah, jangan lupa setelah selesai lari, anak juga harus melakukan pendinginan agar otot-otot terhindar dari cedera.

6. Ankle Movement

Ankle movement atau gerakan pergelangan kaki juga bisa menjadi cara pemanasan sebelum lari yang mudah dilakukan anak. Gerakan hanya bisa dilakukan dengan duduk dan menggerakan pergelangan kaki membentuk lingkaran. 

Buatlah lingkaran dengan kaki kanan ke satu arah sebanyak lima kali dan kemudian lima kali ke arah lain. Ulangi dengan pergelangan kaki lainnya.

7. Menari atau Dance

Menari atau dance bisa menjadi gerakan pemanasan sebelum lari yang menyenangkan bagi Anak. Ibu hanya perlu membiarkan si kecil membuat gerakannya sendiri mengikuti musik yang mereka sukai. Gerakan pemanasan ini juga bisa dilakukan secara berkelompok dengan membuat koreografi tarian sederhana menggunakan lagu populer. 

8. Squat

Squat juga bisa menjadi salah satu gerakan yang mudah dilakukan untuk pemanasan. Jika dilakukan dengan benar, squat bisa meningkatkan metabolisme, membantu mencegah cedera, memperkuat otot inti, serta meningkatkan keseimbangan dan postur tubuh.

Untuk melakukan squat dengan benar, Anda bisa memulai dengan menempatkan kaki sejajar lalu posisikan bagi dengan kemiringan 90 derajat. Usahakan agar dada tetap tegak, lalu gerakan otot perut, dan pindahkan beban ke tumit sembari mendorong pinggul kembali ke posisi duduk.

Nah, itu dia cara melakukan pemanasan sebelum  lari yang harus diperhatikan. Selain melakukan pemanasan dan pendinginan, jangan lupa untuk isi kembali energi anak dengan MILO UHT. MILO UHT mengandung kombinasi coklat, susu, dan malt dengan rasa khas MILO yang disukai anak. MILO UHT juga diperkaya Vitamin B1, B2, B3, B6, serta Kalsium dan Fosfor untuk bantu anak terus berenergi sepanjang hari dalam kemasan yang praktis dan mudah dibawa.


Source:

  1. American Heart Association - Warm Up, Cool Down. Dari https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/warm-up-cool-down. Diakses 3 Oktober 2023
  2. Mayo Clinic - Aerobic exercise: How to warm up and cool down. Dari https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/exercise/art-20045517. Diakses 3 Oktober 2023  
  3. Tri-City Medical Center - Why Warming Up and Cooling Down is Important. Dari https://www.tricitymed.org/2016/12/warming-cooling-important/. Diakses 3 Oktober 2023
  4. Harvard Health - Exercise 101: Don't skip the warm-up or cool-down. Dari https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/exercise-101-dont-skip-the-warm-up-or-cool-down. Diakses 3 Oktober 2023
  5. Health - Warming up and cooling down. Dari https://www.health.act.gov.au/about-our-health-system/healthy-living/kids-play-active-play/early-childhood-educators/warming-and. Diakses 3 Oktober 2023
  6. Verywell Family - 9 Warm-Up Exercises for Kids Before Sports or Active Play. Dari https://www.verywellfamily.com/best-warm-up-exercises-for-kids-1257044. Diakses 3 Oktober 2023
  7. NHS inform - Warm-up and cool-down. Dari https://www.nhsinform.scot/healthy-living/keeping-active/before-and-after-exercise/warm-up-and-cool-down. Diakses 3 Oktober 2023  
  8. Physiopedia - Squat Exercise. Dari https://www.physio-pedia.com/Squat_Exercise. Diakses 3 Oktober 2023

 

Tahukah Ibu kalau manfaat olahraga bagi anak tak hanya untuk kesehatan tubuh? Ternyata kegunaan aktivitas tersebut juga memengaruhi perkembangan mental anak. Salah satunya yang terkait dengan kepercayaan diri. Kok, bisa?

Ketika Ibu melihat sekilas aktivitas olahraga, tentunya berpikir hanya akan berguna untuk kesehatan dan pertumbuhan anak saja. Namun, kepercayaan diri juga bisa dipelajari dan dipupuk melalui kegiatan ini, lho. Kalau Ibu belum yakin, coba cek beberapa alasannya berikut ini.

1. Anak Mulai Mengetahui Kemampuannya

Ketika masa kanak-kanak, tentunya anak belum mengetahui kebiasaan atau kemampuan yang dimiliki. Terkadang, anak mengikuti arahan dari orangtua sehingga sangat mungkin kurang percaya diri atau sulit mengambil keputusan sendiri. Nah, manfaat olahraga bagi anak anak salah satunya adalah mengubah kebiasaan itu.

Olahraga membuat anak terbiasa untuk membuat target atau tujuan dari kegiatan yang dilakukan. Anak pun akan menyusun sendiri tahapan-tahapannya sesuai dengan kemampuannya. Misalnya, anak ingin jadi pemain inti dalam tim basket sekolah. Untuk mencapainya, anak bisa lakukan latihan-latihan yang dibutuhkan.

Dari kebiasaan inilah, anak jadi mengetahui seberapa besar kemampuan dan keterampilannya dalam berolahraga. Selain itu, ia juga memahami kekurangan yang dimiliki sehingga bisa diperbaiki.Dari kebiasaan inilah, anak jadi mengetahui seberapa besar kemampuan dan keterampilannya dalam berolahraga. Selain itu, ia juga memahami kekurangan yang dimiliki sehingga bisa diperbaiki.

Baca Juga : Bu, Olahraga Bulu Tangkis Punya Segudang Manfaat Bagi Anak, Lho!

2. Tak Ragu Tunjukan Kemampuan

Setelah beberapa kali mengikuti kelas olahraga, anak akan tahu kekurangan dan kelebihannya. Ia pun punya trik untuk mengatasi kelemahan serta menunjukkan kemampuan. Itu sebabnya, dia tak ragu lagi untuk memperlihatkannya di depan orang-orang. Pada momen ini, Ibu jangan ragu memberikan pujian ketika kemampuan anak diperlihatkan, ya. Pastinya, hal ini bisa tambah meningkatkan kepercayaan dirinya. Anak akan merasa kerja keras dan keahliannya diakui. Tentunya, ini menyenangkan buat anak.

3. Belajar Bersosialisasi

Manfaat olahraga bagi anak anak lainnya adalah bisa beradaptasi dan bersosialisasi. Terutama jika ia melakukan aktivitas olahraga tim, seperti sepakbola, voli, ataupun basket. Tentunya, anak diharuskan dapat bekerja sama dengan rekan satu timnya.

Bahkan, anak yang pemalu bisa merasa lebih nyaman berada di lingkungan tim olahraga. Ini karena ada perasaan saling mengerti dan senasib dalam tim. Ia juga bisa dengan senang hati mengulurkan tangannya untuk membantu teman satu tim yang tengah mengalami kesulitan.

Selain itu, Ibu bisa terkejut melihat anak menyemangati temannya sejak awal latihan dan menghibur bila si teman kalah berlomba. Kondisi ini juga dialami sebaliknya ketika anak yang bertanding. Tentunya, ini merupakan lingkungan positif untuk tingkatkan kepercayaan diri anak.

4. Mengenal Sportivitas

Di atas langit masih ada langit. Pepatah itu dimaksudkan agar setiap orang tidak perlu berbangga diri akan kemampuannya karena pasti ada yang lebih ahli lagi, yang merupakan bagian dari sebuah sportivitas. Nah, manfaat olahraga bagi anak anak juga memperkenalkan sikap sportivitas seperti konsep tersebut.

Sikap ini membuat anak tak mudah puas dan sombong akan kemampuannya. Jadi, ia akan menjadi orang yang selalu mau belajar dan ingin tahu untuk perkembangannya. Ia pun akan lebih percaya diri untuk meminta ilmu kepada orang yang lebih ahli.

5. Merasa Diapresiasi

Kepercayaan diri yang tinggi muncul bila anak merasa diapresiasi dan diakui kemampuannya. Ikut pertandingan dan membawa pulang piala adalah salah satu bentuk apresiasi dari orang lain. Pujian dari teman-teman dan pelatih pun bisa jadi salah satu penyemangat baginya.

Lalu, bagaimana orangtua memberikan apresiasi kepada anak? Kehadiran, dukungan, dan kegembiraan Ibu saat aktivitas olahraga berlangsung bisa salah satu bentuknya. Ibu juga bisa membawakan makanan dan minuman sehat sebagai bentuk apresiasi.

Misalnya, membawakan MILO 3in1. Dalam segelas MILO 3in1 terdapat kombinasi cokelat, susu, dan malt dengan rasa khas MILO yang disukai anak. MILO 3in1 juga diperkaya Vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi untuk bantu anak terus berenergi sepanjang hari.

Ternyata, banyak manfaat olahraga bagi anak yang baru diketahui ya, Bu. Semangati terus anak dengan memberikan yang terbaik, ya.

Pada masa pandemi saat ini, aktivitas anak di luar ruangan menjadi lebih terbatas. Anak tak lagi bebas bermain bersama teman-teman sebayanya. Namun, anak harus tetap dibiasakan untuk olahraga saat pandemi. Misalnya, dengan melakukan jogging atau bersepeda. Lalu, bagaimana caranya bersepeda dengan aman dan nyaman?

Tentunya, Ibu punya banyak kekhawatiran ketika anak melakukan olahraga saat pandemi. Mulai dari khawatir akan kesehatan hingga keamanannya. Namun, untuk lepas dari kekhawatiran tersebut, Ibu bisa siapkan beberapa hal berikut ini saat ia akan bersepeda.

1. Pakai Masker dengan Tepat

Walaupun sedang olahraga saat pandemi, anak tidak boleh lepas dari protokol kesehatan. Salah satunya wajib mengenakan masker. Pastikan Ibu memilih masker yang ukurannya pas menutupi bagian wajah anak.

Saat ini, aturan pemakaian masker ada dua cara. Pertama, gunakan masker ganda atau double mask yang terdiri dari masker medis dan masker kain. Masker medis digunakan sebagai lapisan pertama, sedangkan masker kain berada di lapisan kedua guna merapatkan. Jangan sampai tertukar – seperti melapisi masker medis dengan medis, atau masker kain dengan masker kain lainnya – guna mengoptimalkan efektivitas pemakaian masker ganda ini ya, Bu.

Kedua, anak bisa memakai satu buah masker saja bila yang digunakan adalah jenis KF94. Untuk masker KN95 hanya digunakan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit atau pelayanan publik lainnya. Jadi, pilihan anak adalah memakai masker ganda atau masker KF94 saja.

Baca Juga : 6 Manfaat Melakukan Pemanasan Sebelum Berolahraga

2. Selalu Bawa Pembersih Tangan

Ingat, virus, bakteri, ataupun jamur bisa tersembunyi di tangan anak. Itu sebabnya, Ibu harus bekali tisu basah untuk membersihkan kotoran serta hand sanitizer guna mensterilkan tangannya.

Saat anak menyentuh benda lain atau berinteraksi dengan orang lain, ia bisa menggunakan kedua perlengkapan pembersih tersebut. Hal ini dilakukan agar olahraga saat pandemi tidak berisiko untuk kesehatannya.

3. Siapkan Handuk dan Minuman Sendiri

Pastinya, saat bersepeda anak akan berkeringat. Apalagi kalau dilakukan dalam waktu yang lama dan jarak tempuh panjang. Ibu bisa sediakan handuk kecil di bagian keranjang ataupun tas kecil yang tergantung di sepedanya. Hindari berbagi handuk dengan orang lain, Bu.

Selain itu, jangan lupa membawa air putih dalam botol milik sendiri. Jangan biarkan anak berbagi minum dengan orang lain juga supaya tidak terkena droplet. Untuk menambah energi saat bersepeda, Ibu juga bisa membekali MILO UHT.

Kombinasi cokelat, susu, dan malt dalam MILO UHT cocok dikonsumsi saat anak mulai lelah bersepeda untuk mengisi kembali energinya. Hal ini karena MILO UHT mengandung Vitamin B1, B2, B3, B6, Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi. Selain rasanya enak dan bernutrisi, MILO UHT juga mudah dibawa dan praktis diminum.

4. Pilih Waktu dan Rute yang Sepi

Bila rumah Ibu berada di wilayah perumahan, jalanan di sekitar komplek bisa menjadi jalur bersepeda bagi anak. Di beberapa kota, pemerintah setempat juga sudah menyiapkan jalur khusus sepeda. Sebaiknya, Ibu dan anak mengikuti jalur tersebut. Namun, pastikan Ibu bersepeda mengikuti aturan pemerintah setempat, ya. Misalnya, bila PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sedang berlangsung, rute bersepeda tentu ditutup dan tidak bisa dilalui.

 

Olahraga saat pandemi juga mengharuskan Ibu dan anak memilih waktu yang tepat untuk bersepeda. Pilihlah hari dan juga jam yang tidak ramai dengan pesepeda lain. Ibu bisa melakukan rutinitas bersepeda pada sore di hari kerja. Biasanya, waktu tersebut lebih sepi dari kerumunan.

Baca Juga : Rekomendasi Olahraga saat Pandemi agar Anak Tetap Aktif di Rumah

5. Tetap Jaga Jarak

Walau atribut protokol kesehatan anak sudah lengkap, Ibu juga tetap harus memperhatikan jarak. Jaga jarak paling tidak 1-2 meter dari pesepeda lain saat berpapasan. Ini guna mengurangi risiko anak tertular virus. Bila terlalu banyak pesepeda, ada baiknya Ibu dan anak menghindar atau cari jalan lain yang lebih sepi dari kerumunan.

6. Lakukan dalam Kelompok Kecil

Ibu jangan biarkan anak bersepeda sendiri, ya. Lakukan olahraga tersebut secara berkelompok. Pastikan kelompok sepeda itu berasal dari anggota keluarga yang satu rumah. Misalnya, ayah, ibu, dan kakak. Mengapa harus demikian? Ini supaya keselamatan anak tetap terjaga. Ibu juga bisa mengawasi sekaligus bersenang-senang bersama anak.

7. Langsung Mandi Saat Pulang ke Rumah

Terakhir, ajarkan anak untuk bersih-bersih setelah selesai bersepeda. Ibu bisa menyemprotkan disinfektan ke peralatan sepeda anak dan langsung mengumpulkan pakaian kotor untuk direndam dalam air sabun. Lalu, anak harus segera mandi dengan sabun. Jangan lupa keramas dan sikat gigi, ya. Ini supaya anak terbebas dari kotoran, kuman, virus, dan juga bakteri.

Nah, sekarang ibu tak usah khawatir anak olahraga saat pandemi, kan? Hal yang paling penting adalah pastikan anak tetap mengikuti protokol kesehatan dan isi kembali energinya dengan MILO UHT setelah bersepeda.

Apakah anak termasuk orang yang selalu bergerak atau tidak bisa diam saat berada di rumah? Ibu harus bersyukur karena itu tandanya ia adalah tipe anak yang aktif. Hal yang perlu Ibu lakukan selanjutnya mencari aktivitas yang dapat menyalurkan energi dan kemampuannya. Olahraga bela diri bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan untuk anak yang aktif, Bu.

Lalu, bagaimana cara anak tahu olahraga bela diri yang cocok untuknya? Tenang, ini tugas Ibu untuk membantunya memilih aktivitas bela diri yang tepat untuknya. Ibu dan anak bisa lakukan beberapa cara atau tips berikut ini.

1. Kenali Dulu Manfaat Olahraga Bela Diri

Tak kenal maka tak sayang. Pepatah tersebut sering dilontarkan saat bertemu atau melakukan hal-hal baru. Maksudnya, Ibu diminta mengenal lebih dalam dulu akan seseorang atau kegiatan tertentu. Hal ini juga berlaku saat memilih bela diri sebagai kegiatan untuk anak yang aktif.

Olahraga bela diri memiliki segudang manfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak, lho. Ini dia beberapa daftar manfaat bela diri yang perlu Ibu ketahui:

Baca Juga : 4 Ide Kegiatan Anak Di Rumah Agar Tetap Aktif Bergerak!

  • Anak dapat menyalurkan energinya lewat gerakan-gerakan bela diri.
  • Bela diri dapat meningkatkan fokus serta konsentrasi anak melalui kegiatan meniru gerakan.
  • Tanpa disadari anak juga diajari kedisiplinan. Mulai dari mengenakan seragam yang rapi hingga mengikuti tahapan kegiatannya.
  • Olahraga bela diri juga dapat membantu anak untuk beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang yang usianya sebaya ataupun lebih tua.
  • Kegiatan untuk anak yang aktif ini juga dapat melatih emosional anak.
  • Tentunya, kesehatan fisik anak juga lebih terjaga sehingga selalu fit dan bugar.

2. Temukan Olahraga yang Menarik bagi Anak

Setelah mengenal manfaatnya, Ibu harus bantu anak menentukan jenis olahraga bela diri yang dipilih. Namun, orang tua disarankan untuk tidak memaksakan keinginannya. Biarkan anak bebas memilih jenis bela diri yang diinginkannya. Ibu hanya sebagai pembuka jalan atau pembimbing saja.

Bagaimana cara memilih kegiatan untuk anak yang aktif dengan bela diri yang tepat? Untuk itu, Ibu harus lebih aktif lagi memperkenalkan sejumlah olahraga jenis tersebut. Misalnya, Ibu atau Ayah mengajak anak menonton pertandingan karate. Pada lain waktu, ajak dia ke tempat latihan silat.

Biasanya, dengan melihat, anak akan menemukan jenis olahraga bela diri yang menarik hatinya. Tanda-tanda anak tertarik umumnya dia akan terus membicarakan aktivitas tersebut. Bahkan, mulai meniru gerakan-gerakan yang sempat disaksikan.

3. Cari Tempat Berlatih yang Sesuai

Setelah memilih kegiatan untuk anak yang aktif, Ibu bisa mulai mencari pusat pelatihan yang membuka kelas bela diri secara privat di rumah. Selain membantu anak lebih cepat menguasai gerakan, mengambil kelas privat juga bisa meminimalkan aktivitas yang menimbulkan kerumunan. Jangan lupa untuk mengajak anak untuk survei atau mengikuti sesi tanya jawab soal latihannya ketika Ibu menghubungi tempat tersebut melalui telepon atau video call. Kalau kelas kegiatan untuk anak yang aktif ini cocok, Ibu bisa segera mendaftarkannya.

4. Siapkan Kebutuhan Nutrisi

Setelah mendaftar ke kelas bela diri, giliran Ibu memenuhi kebutuhan nutrisi anak setiap akan beraktivitas. Tentunya olahraga tersebut memerlukan energi yang banyak untuk beraktivitas. Itu sebabnya, ibu harus menyiapkan makanan yang kaya nutrisi dan lengkapi dengan segelas MILO 3in1.

MILO 3in1 dengan malt, susu, dan rasa cokelat yang lezat diperkaya Vitamin B1, B2, B3, B6, Kalsium, dan Fosfor untuk membantu anak kembali berenergi setelah beraktivitas. Rasa cokelatnya yang lezat juga lebih enak dan segar dinikmati dingin bagi anak yang selesai latihan bela diri.

Bagaimana, Bu, tertarik mencoba olahraga bela diri sebagai kegiatan untuk anak yang aktif? Semoga tips ini dapat membantu.

Pada masa sekarang ini, tentunya anak tidak dapat bermain dengan bebas di luar rumah. Terkadang, hal tersebut membuat ia bosan dan uring-uringan. Bahkan, Ibu mulai kehabisan ide untuk membuat anak tetap aktif walau di rumah. Ibu tak perlu resah, olahraga dirumah untuk anak bisa menjadi salah satu solusinya. Pastinya, Ibu bertanya-tanya bagaimana bisa olahraga tetap dilakukan dirumah bersama anak? Sebenarnya, Ibu cukup menyulap sebuah olahraga menjadi aktivitas yang seru untuk dilakukan bersama anak. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Coba Pahami Perasaan Anak

Untuk memulai aktivitas di rumah, pertama-tama Ibu harus memahami perasaan dan keinginan anak. Ketahui waktu ia mulai merasa bosan. Biasanya, anak akan memberikan sinyal, seperti rewel, bermalas-malasan, dan mencari perhatian orang tua.

Saat itulah, Ibu harus memberi pengertian kepadanya. Ajak anak berbicara dan beritahu kalau rasa bosan yang dirasakan wajar terjadi. Ibu juga bisa meminta anak mengutarakan isi hati dan keinginannya. Obrolan dari hati ke hati ini bisa jadi inspirasi Ibu menentukan aktivitas anak.

2. Ibu Ikut Serta dalam Aktivitas Anak

Salah satu hal yang membuat anak bosan adalah tidak ada teman bermain. Pada masa seperti saat ini, interaksi sosial anak sangat terbatas. Kebanyakan anak hanya berinteraksi dengan teman-temannya lewat gawai. Karena hal tersebut, Ibu harus menjadi partner anak dalam bermain dan beraktivitas. Ibu bisa memilih olahraga dirumah untuk anak yang bisa dimainkan bersama. Tentunya, ini akan membuat suasana rumah jadi lebih ramai dan menyenangkan.

Baca Juga : Alasan Olahraga Bisa Bantu Anak Jadi Pemberani

3. Lakukan Olahraga Favorit Anak

Olahraga dirumah untuk anak bisa dipilih dari hal yang disukainya. Misalnya, anak sangat menyukai bermain basket atau sepakbola. Ibu bisa menghadirkan olahraga tersebut di rumah. Contohnya, memodifikasi permainan basket dengan bola yang lebih kecil. Lalu, ibu membuat ring basket dari ember atau panci masak. Ibu dan anak bisa main adu memasukkan bola ke dalam wadah tersebut. Tentunya ini bisa menyenangkan bagi anak. Ibu juga bisa memainkan 3on3 atau futsal bila halaman rumah cukup luas untuk bermain bagi 4 orang atau lebih. Untuk inspirasi olahraga lainnya, sekaligus info soal teknik-teknik dasar yang bisa dilatih di rumah, Ibu bisa mengajak anak mengunjungi MILO Activ Academy di sini.

4. Buat Permainan Seru di Rumah

Tentunya, aktivitas tak cuma olahraga. Ada kemungkinan anak meminta ganti permainan olahraga yang tengah dilakukan. Itu sebabnya, ibu harus banyak akal dan ide. Tenang, banyak hal yang bisa dilakukan, kok.

Ibu bisa mengajak anak untuk bermain lompat tali bersama ataupun berburu harta karun. Contohnya, Ibu bisa menyembunyikan sejumlah mainan favorit anak. Tempatkan dalam sebuah kotak, lalu berikan sejumlah petunjuk di beberapa surat rahasia. Perlu Ibu tahu, aktivitas ini tak hanya membantu anak aktif bergerak, tapi juga melatih logika berpikirnya, lho.

5. Ajak Olahraga Ringan

Olahraga dirumah untuk anak tak cuma yang berat-berat, kok. Ibu juga bisa mengajak anak melakukan olahraga ringan. Misalnya, lakukan stretching atau gerakan yoga ringan di depan televisi. Ibu juga bisa mengajaknya untuk dance, zumba, atau aerobik bersama. Hanya nyalakan video dan musik, Ibu serta si kecil bisa berjoget bersama.

6. Siapkan Makanan Bersama

Setelah seharian melakukan aktivitas olahraga bersama di rumah, tentunya anak perlu mengisi energi kembali. Kali ini, libatkan anak dalam menyiapkan makanan di dapur. Beri kesempatan padanya untuk merasa penting dan dibutuhkan.

Ibu bisa menyiapkan makanan yang kaya nutrisi, seperti sayuran dan buah-buahan. Jangan lupa lengkapi dengan segelas MILO ActivGo. MILO ActivGo dengan malt, susu, serta rasa cokelat yang lezat mengandung Vitamin B1, B2, B3, B6, C, dan D, serta Zat Besi, Kalsium, dan Fosfor untuk mengembalikan energi anak setelah bergerak aktif seharian.

Sekarang, Ibu sudah tidak kehabisan ide aktivitas dan olahraga dirumah untuk anak, kan? Yuk, coba cara-cara di atas untuk bantu anak tetap aktif selama di rumah!

Tahukah Ibu, selain faktor keturunan dan lingkungan keluarga, interaksi sosial dengan orang lain di luar rumah juga dapat turut membangun karakter anak, lho! Oleh karena itu, penting untuk Ibu mendorong anak agar sering bergaul atau melakukan aktivitas bersama teman-temannya. Salah satunya bisa dilakukan dengan rutin berolahraga. Selain baik bagi kesehatan fisik dan pertumbuhannya, olahraga juga dapat menjadi sarana untuk membangun karakter anak . Lantas, apa saja karakter yang dapat terbentuk melalui olahraga? Simak penjelasan selengkapnya, Bu!

1. Membantu Anak Lebih Peduli Pada Orang Lain

Ketika melakukan kegiatan olahraga, anak dituntut untuk bekerja sama dengan tim. Saat berolahraga, anak akan diajarkan untuk bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Anak juga akan diajarkan untuk berbagi peran dalam berolahraga jika ingin menang. Oleh karena itu, tanpa disadari, ia akan belajar untuk lebih peduli pada orang lain. Sebagai rekomendasi, Ibu bisa memfokuskan anak untuk mengikuti olahraga tim seperti sepakbola, basket, kasti, dan sejenisnya. 

2. Membantu Anak Berani Berpendapat

Agar tim olahraga dapat berjalan dengan baik, Sang Juara akan diajarkan untuk berkomunikasi dengan baik. Misalnya, ketika ingin menang dalam pertandingan sepak bola, anak harus belajar untuk berpendapat dan mengomunikasikan strategi bersama teman satu timnya. Selain itu, ia juga mungkin ditunjuk sebagai ketua tim. Jadi, anak harus belajar untuk berani mengutarakan pendapatnya dengan baik. Ini juga bisa menjadi cara membangun karakter anak  agar tidak pemalu, Bu!

3. Mendengarkan Orang Lain

Selama di rumah, mungkin anak terbiasa untuk didengar dan jadi kesulitan untuk menghargai pendapat orang lain di sekitarnya. Nah, jika anak Ibu salah satunya, sangat disarankan untuk mendorong anak lebih aktif berolahraga dengan teman sebayanya. Ketika berolahraga, anak dituntut untuk lebih mendengar dan menghargai pendapat teman satu tim olahraganya. Meski terkesan sederhana, tanpa disadari hal ini dapat menjadi cara membangun karakter anak  agar lebih mau mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain, khususnya teman sebayanya.

4. Membangun Karakter Disiplin

Saat tergabung dalam tim olahraga, anak tentu saja akan dituntut lebih disiplin dalam mengikuti pelatihan secara rutin. Tak hanya itu, biasanya ia juga harus menyesuaikan jadwalnya sehari-hari. Misal, jika ingin mengikuti latihan olahraga, ia harus bangun lebih awal untuk mengerjakan tugas sekolah atau tidak boleh telat mengikuti kelas les. Selain soal waktu, anak biasanya juga harus lebih disiplin dalam menjaga pola hidup sehat. Misal, latihan kardio agar staminanya lebih kuat ketika akan mengikuti pertandingan olahraga, menjaga pola makan sehat agar tidak mudah sakit, dan lain sejenisnya.

Itu tadi beberapa manfaat olahraga dalam membangun karakter anak. Sebagai informasi tambahan, perlu Ibu pahami bahwa manfaat di atas bisa didapat anak dengan mengikuti jenis olahraga tim atau berkelompok ya, Bu. Misalnya, sepak bola, basket, bulu tangkis dan lain sejenisnya. Terlepas dari segala manfaatnya, pastikan anak tetap mengikuti protokol kesehatan saat melakukan olahraga tim. 

Selain memperhatikan protokol kesehatan, jangan lupa untuk menjaga asupan nutrisi anak dengan membekalinya makanan sehat dan minuman bergizi tinggi seperti MILO UHT. Hadir dalam kemasan praktis, MILO UHT kaya akan sumber Vitamin B1, B2, B3, B6, Kalsium, dan Fosfor yang membantu mengembalikan energi anak setelah berolahraga. 

Semoga tips membangun karakter anak di atas membantu!
 

Apakah Ibu dan anak sering melakukan kegiatan olahraga bersama? Jika iya, pertahankan kebiasaan sehat ini ya, Bu! Faktanya, olahraga dapat membawa banyak manfaat baik bagi kesehatan dan pertumbuhan fisik serta emosional anak. Namun, pastikan anak melakukan pemanasan sebelum olahraga, ya. Ini sangat penting untuk meminimalkan risiko cedera, sehingga anak bisa mendapatkan manfaat optimal dari olahraga. 

Kenapa Penting Melakukan Pemanasan Sebelum Olahraga?

Sebelum bahas lebih lanjut soal gerakannya, penting untuk Ibu mengerti alasan mengapa harus melakukan pemanasan sebelum olahraga. Manfaat pemanasan salah satunya adalah agar tubuh tidak kaget saat melakukan aktivitas fisik. Hal ini dikarenakan sebelum berolahraga, otot tubuh dalam kondisi dingin dan rileks. Nah, ketika melakukan olahraga secara tiba-tiba tanpa pemanasan, tubuh akan rentan mengalami cedera ringan hingga kram. Oleh karena itu, sebaiknya ajak anak melakukan pemanasan sekitar 10-15 menit sebelum melakukan olahraga.   

5 Gerakan Pemanasan Sebelum Olahraga 

Melakukan gerakan olahraga pun sebaiknya tidak sembarangan, Bu. Jika salah melakukan gerak, tubuh justru akan jadi rentan mengalami cedera. Berikut ini rekomendasi lima gerakan yang dapat diikuti Ibu dan anak: 

1. Jalan Santai Selama 30 Menit

Jalan santai atau jogging bisa menjadi salah satu pilihan efektif untuk pemanasan tubuh. Idealnya, sebelum melakukan olahraga, Ibu bisa mengajak anak jalan kaki di sekitar area rumah selama 30 menit. Dengan cara ini, otot tubuh akan jadi lebih rileks, sehingga risiko nyeri otot saat berolahraga berkurang. 

2. Peregangan Selama 15 Menit

Jika berencana untuk melakukan olahraga di pekarangan atau di dalam rumah, pilihan gerakan pemanasan yang ideal adalah stretching atau peregangan ringan. Regangkan seluruh bagian anggota tubuh, mulai dari kaki, lengan, pergelangan tangan, hingga bahu. Lakukan berulang selama 15 menit. Fungsi pemanasan sebelum olahraga ini dapat membantu tubuh anak jadi lebih lentur dan tidak mudah cedera, atau mengalami nyeri otot setelah beraktivitas cukup keras. 

3. Lari di Tempat Selama 3 Menit

Rekomendasi pemanasan sebelum olahraga selanjutnya adalah lari di tempat. Gerakan pemanasan ini praktis karena bisa dilakukan di mana saja, Bu. Selain itu, Gerakan ini dapat membantu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otot. Jadi, anak dapat terhindar dari risiko nyeri otot setelah berolahraga. Namun, perhatikan durasinya, ya. Jika belum terbiasa sebaiknya lakukan dalam kisaran waktu 3 menit. Bila sudah terbiasa, baru tingkatkan durasi menjadi 5 menit.

4. Jumping Jack Selama 3 Menit

Jumping jack adalah gerakan melompat sambil membuka dan menutup tangan serta kaki secara bersamaan dan berulang-ulang. Ajak anak melakukan gerakan jumping jack selama 3 hingga 5 menit, agar otot tubuh jadi lebih lentur, serta jantung bekerja secara optimal. Jika dilakukan secara teratur, gerakan pemanasan ini juga dapat meningkatkan stamina tubuh lho, Bu!

5. Squat Selama 3 Menit

Pilihan rekomendasi pemanasan sebelum olahraga terakhir adalah melakukan squat. Fungsinya untuk memperkuat otot paha, betis, punggung, bahkan telapak kaki anak. Jika belum terbiasa, sebaiknya lakukan squad tidak lebih dari 3 menit. Namun, jika telah dilakukan secara rutin dan anak mulai terbiasa, durasinya bisa ditingkatkan menjadi 5 menit. 

Itu tadi lima gerakan pemanasan sebelum olahraga yang dapat dilakukan anak agar tidak mudah cedera. Nah, setelah melakukan pemanasan dan olahraga, penting juga untuk Ibu mengembalikan energi anak dengan menyiapkan segelas MILO Activ-Go. MILO Activ-Go yang diperkaya Vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta mineral seperti Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi   dapat membantu mengembalikan energi anak setelah olahraga. Kombinasi malt, susu, dan cokelat dalam MILO Activ-Go juga memberikan rasa yang lezat dan disukai anak.

Semoga informasi di atas membantu ya, Bu!

Tahukah Ibu, tanpa disadari duduk dalam waktu yang lama bisa memengaruhi postur tubuh anak, lho! Ketika berkegiatan di rumah, anak mungkin lebih jarang aktif bergerak. Oleh sebab itu, penting sekali untuk anak rutin melakukan olahraga dan stretching, terutama saat jam istirahat.

Berikut ini perbedaan pemanasan dan stretching, serta beberapa manfaat stretching bagi anak-anak:

Perbedaan Pemanasan dan Peregangan

Sebelum olahraga, penting bagi Ibu memahami perbedaan pemanasan dan peregangan.

Pemanasan adalah rangkaian gerakan yang cukup intens untuk menaikkan detak jantung dan mengaktifkan peredaran darah. Contohnya lompat di tempat, squat, atau gerakan kardio ringan lainnya. Tujuannya agar tubuh siap menghadapi aktivitas fisik yang lebih berat.

Peregangan (stretching) adalah gerakan ringan untuk membuat otot lebih lentur, misalnya meregangkan lengan, pergelangan tangan, atau engkel. Peregangan membantu otot beradaptasi, sehingga risiko kram dan cedera bisa berkurang.

Keduanya sama-sama penting sebelum maupun setelah olahraga. Selain itu, peregangan juga bermanfaat untuk anak-anak yang sering duduk lama di depan layar, karena bisa membuat tubuh tetap rileks dan otot tidak kaku.

9 Manfaat Stretching untuk Anak

Di masa pembelajaran tatap muka yang aktif, anak-anak tetap menghabiskan banyak waktu duduk di kelas. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk tetap aktif bergerak secara rutin, seperti melakukan stretching atau olahraga ringan

Aktivitas fisik ini membantu menjaga kesehatan tubuh dan memberikan empat manfaat utama bagi anak-anak: meningkatkan kekuatan otot dan tulang, menjaga postur tubuh, mendukung konsentrasi belajar, serta membantu mengelola stres dan energi secara positif:

1. Tubuh Jadi Lebih Fleksibel

Fleksibel berarti tubuh anak mampu bergerak dengan leluasa tanpa rasa kaku atau tegang. Contohnya, anak bisa membungkuk untuk mengambil barang, melompat, atau meraih sesuatu di tempat tinggi tanpa merasa nyeri atau kesulitan. Ketika anak kurang aktif bergerak, tubuhnya cenderung menjadi kaku, sehingga gerakan sehari-hari terasa tidak nyaman. 

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelenturan tubuh dengan rutin melakukan stretching atau olahraga ringan. Aktivitas ini membantu mencegah nyeri, kram, dan otot tegang, sehingga anak tetap nyaman dan bebas bergerak saat bermain maupun belajar.

2. Aliran Darah Lancar

Apakah anak sering mengeluh pegal setelah belajar dalam waktu lama? Jika iya, bisa jadi bukan hanya karena menatap layar, tetapi karena posisi tubuh yang statis saat duduk terlalu lama. 

Menatap layar dalam waktu lama memang bisa membuat mata terasa lelah, namun rasa pegal yang dirasakan anak biasanya berasal dari bagian tubuh seperti leher, bahu, dan punggung yang jarang digerakkan. 

Duduk dalam posisi yang sama terlalu lama dapat menghambat peredaran darah dan membuat otot menjadi tegang. Oleh karena itu, penting bagi anak untuk melakukan stretching secara rutin agar tubuh tetap aktif, sirkulasi darah lancar, dan rasa pegal bisa berkurang.

3. Memperbaiki Postur Tubuh

Terlalu lama duduk sambil menatap layar komputer, laptop, atau handphone dapat memengaruhi postur tubuh anak. Bukan layar yang menyebabkan pegal, melainkan posisi tubuh yang tidak berubah dalam waktu lama, terutama saat kepala cenderung menunduk. 

Kebiasaan ini bisa membuat postur tubuh anak menjadi bungkuk dan otot leher melemah, sehingga mudah mengalami pegal dan nyeri di area leher dan bahu. Untuk mencegah hal ini, anak perlu melakukan stretching secara rutin agar otot tetap aktif dan postur tubuh tetap terjaga.

4. Menghilangkan Stres

Tidak hanya baik bagi kesehatan fisiknya, stretching juga memberikan manfaat olahraga bagi anak-anak lainnya, seperti membantunya menghasilkan hormon endorfin yang berfungsi memberikan rasa senang setelah aktif bergerak. 

Oleh karena itu, rutin stretching juga dapat membantu anak meminimalkan stres, khususnya selama sekolah jarak jauh seperti saat ini.

5. Meningkatkan Koordinasi dan Keseimbangan

Stretching melibatkan gerakan tubuh yang terkoordinasi dan terkontrol. Manfaat stretching ini membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasi anak, yang penting untuk berbagai aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berlari, atau bermain.

6. Mengajarkan Disiplin dan Konsistensi

Melakukan stretching secara rutin mengajarkan anak tentang pentingnya disiplin dan konsistensi dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan tubuh mereka. Manfaat stretching ini adalah kebiasaan baik yang bisa mereka terapkan sepanjang hidup mereka.

7. Meningkatkan Kualitas Tidur

Anak-anak yang melakukan stretching sebelum tidur sering mengalami tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas. Hal ini karena otot-otot mereka lebih rileks dan tubuh mereka merasa lebih siap untuk istirahat.

8. Mengurangi Risiko Cedera

Dengan meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot, stretching membantu mengurangi risiko cedera saat anak berpartisipasi dalam olahraga atau aktivitas fisik lainnya di kemudian hari. Otot yang lebih lentur dan siap akan lebih mudah menanggapi gerakan tubuh dengan aman.

9. Menumbuhkan Kesadaran Tubuh

Melalui stretching, anak-anak belajar lebih memahami tubuh mereka sendiri. Mereka menjadi lebih sadar akan bagaimana tubuh mereka merespons gerakan dan posisi tertentu, yang penting untuk pengembangan kesadaran tubuh yang baik.

Rekomendasi Gerakan Stretching 

Bu, ada beberapa rekomendasi gerakan stretching yang sederhana dan praktis, khususnya untuk anak, seperti:

  1. Peregangan Punggung
    Duduk atau berdiri, letakkan tangan di betis lalu tarik perlahan ke arah dada. Tahan 8 detik, ulangi 5–9 kali.
     
  2. Peregangan Bahu dan Lengan
    Berdiri tegak, ayunkan kedua lengan ke depan, lalu angkat setinggi mungkin dan turunkan kembali. Lakukan selama 1 menit.
     
  3. Peregangan Leher
    Putar kepala perlahan searah jarum jam sebanyak 3 kali, lalu putar balik arah 3 kali.
     
  4. Peregangan Kaki
    Berdiri, tarik salah satu kaki ke belakang hingga menempel ke bokong, pegang pergelangan kaki dengan tangan. Tahan 10 detik, ganti kaki, ulangi 3 kali.
     
  5. Peregangan Pinggang ke Samping
    Berdiri tegak, angkat satu tangan ke atas, lalu miringkan tubuh ke samping. Tahan 10 detik di tiap sisi, ulangi 3 kali.

5 Tips Stretching yang Aman

Melakukan stretching tidak memerlukan alat khusus atau durasi yang panjang. Berikut adalah beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan:

  1. Mulai dengan Pemanasan Ringan
    Lakukan jalan di tempat atau gerakan sederhana agar tubuh siap dan terhindar dari cedera.
     
  2. Pilih Gerakan Sederhana
    Cukup dengan mengangkat tangan ke atas, menekuk tubuh ke samping, atau meregangkan kaki.
     
  3. Atur Pernafasan
    Tarik napas dalam, tahan sebentar, lalu hembuskan perlahan untuk membantu tubuh rileks.
     
  4. Lakukan Bertahap
    Jangan memaksakan diri. Mulai dari durasi pendek, lalu tingkatkan secara perlahan sesuai kenyamanan.
     
  5. Konsisten Setiap Hari
    Luangkan waktu di pagi atau malam agar tubuh tetap lentur, bugar, dan siap beraktivitas.

Stretching memang tampak sederhana, tetapi manfaat stretching sangat besar untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Dari pagi hingga menjelang tidur, stretching dapat membantu tubuh agar tetap energik, nyaman, sekaligus siap menghadapi aktivitas seru bersama Si Kecil.

Memberikan anak kesempatan untuk melakukan stretching secara teratur adalah investasi dalam kesehatan dan perkembangan mereka. Dengan manfaat seperti peningkatan fleksibilitas, postur yang baik, pengurangan risiko cedera, dan peningkatan keseimbangan, stretching merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat anak-anak. 

Mari kita dorong mereka untuk menjadikan stretching sebagai bagian rutin dalam aktivitas harian mereka!

Agar anak tetap semangat belajar dan aktif bergerak, pastikan kebutuhan energinya terpenuhi dengan MILO UHT 180ml yang praktis dan menyegarkan. Minuman ini mengandung kombinasi vitamin penting seperti B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta mineral seperti Kalsium dan Fosfor yang membantu mendukung pertumbuhan tulang, menjaga daya tahan tubuh, dan memberikan energi yang dibutuhkan anak sepanjang hari. 

Cocok diminum dingin, MILO UHT jadi pilihan tepat untuk mendampingi aktivitas anak di sekolah maupun saat bermain.

Semoga informasi ini membantu, ya!

FAQ

  1. Apakah ada waktu terbaik untuk melakukan stretching? 
    Stretching bisa dilakukan kapan saja, tetapi paling efektif di pagi hari untuk membangunkan otot, atau setelah beraktivitas fisik untuk membantu pemulihan tubuh.
     
  2. Apakah stretching bisa membantu anak yang sering sakit punggung? 
    Ya. Stretching rutin dapat mengurangi ketegangan otot punggung, memperbaiki postur, dan menurunkan rasa kaku yang sering memicu sakit punggung.
     
  3. Apakah stretching perlu dikombinasikan dengan aktivitas lain? 
    Idealnya, stretching dikombinasikan dengan aktivitas fisik lain seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam ringan agar tubuh mendapat manfaat kebugaran yang lebih lengkap.
     
  4. Apakah stretching aman untuk anak dengan kondisi kesehatan tertentu? 
    Sebagian besar aman, tetapi anak dengan cedera atau kondisi khusus (misalnya skoliosis atau nyeri sendi kronis) sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis sebelum melakukan gerakan tertentu.

Source:

  1. https://www.alodokter.com/terkesan-sederhana-ini-manfaat-stretching-bagi-tubuh
  2. https://www.hingehealth.com/resources/articles/stretch-before-or-after-workout
  3. https://www.ciputramedicalcenter.com/manfaat-peregangan/
  4. https://ayosehat.kemkes.go.id/peregangan-ternyata-bermanfaat-bagi-tubuh-lho