Dalam tumbuh kembang anak, protein merupakan salah nutrisi yang berperan penting pada proses tersebut. Ini dikarenakan fungsi protein bagi tubuh sangat beragam dalam menunjang kesehatan dan kinerja tubuh secara keseluruhan.
Jadi berapa kebutuhan protein harian dan apa saja 10 fungsi protein bagi anak? Yuk, Bu, simak bahasan lengkapnya berikut ini.
Kebutuhan Protein Harian bagi Anak dan Remaja
Sebagai informasi, menurut pedoman Angka Kecukupan Gizi (AKG), kebutuhan protein harian anak dan remaja adalah sebagai berikut:
Laki-laki
Usia 7–9 tahun : 40 gram
Usia 10 – 12 tahun : 50 gram
Usia 12 – 15 tahun : 70 gram
Perempuan
Usia 7–9 tahun : 40 gram
Usia 10 – 12 tahun : 55 gram
Usia 12 – 15 tahun : 65 gram
Ragam Fungsi Protein Bagi Tubuh
Protein sering disebut sebagai batu bata kehidupan karena perannya yang sangat beragam. Berikut adalah beberapa fungsi protein yang perlu kamu ketahui:
- Struktural: Protein membangun fondasi fisik seperti otot, kulit, rambut, dan kuku.
- Enzim & Hormon: Bertugas mempercepat reaksi kimia di dalam tubuh serta mengatur regulasi metabolisme.
- Transport & Penyimpanan: Membantu mengedarkan oksigen melalui hemoglobin dan menjaga stabilitas protein darah melalui albumin.
- Imunitas: Menghasilkan antibodi yang kuat untuk melawan serangan penyakit.
- Keseimbangan Cairan: Menjaga keseimbangan asam-basa dan cairan dalam tubuh agar tetap stabil.
- Energi Cadangan: Protein bisa menjadi sumber energi darurat saat tubuh kekurangan asupan karbohidrat dan lemak.
- Kontrol Berat Badan: Memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga sangat membantu dalam kontrol berat badan.
Fungsi Protein untuk Otot dan Atlet
Bagi kamu yang aktif, fungsi nutrisi protein menjadi semakin krusial. Kebutuhan protein harian untuk otot pada atlet atau individu aktif berkisar antara 1,2-2,0 g/kg berat badan. Jumlah ini disesuaikan dengan tujuanmu, baik untuk fat loss, performa, maupun pembentukan massa otot.
Dalam proses ini, dikenal juga fungsi whey protein sebagai opsi praktis untuk memenuhi kebutuhan protein harian dengan cepat, terutama setelah latihan untuk memicu Muscle Protein Synthesis (MPS). Kamu membutuhkan sekitar 2–3 gram leucine per sesi makan untuk memicu proses pembentukan otot ini secara optimal.
Nutrisi untuk Pembentukan Otot dari Sumber Berkualitas
Untuk mendapatkan manfaat protein secara maksimal, kamu harus memperhatikan kualitas sumbernya:
- Hewani: Memberikan asam amino esensial yang lengkap. Makanan tinggi protein untuk otot meliputi telur, ayam, ikan, dan daging tanpa lemak.
- Nabati: Membutuhkan kombinasi agar profil asam amino menjadi lengkap, seperti nasi dengan kacang-kacangan atau tempe.
- Sayuran: Kamu bisa mengonsumsi sayuran protein tinggi untuk otot seperti edamame untuk melengkapi kebutuhan harianmu.
Ingatlah bahwa fungsi karbohidrat dan protein harus berjalan beriringan; karbohidrat memberikan energi untuk latihan, sementara protein fokus pada perbaikan jaringan.
Dampak Kekurangan Protein
Mengingat pentingnya fungsi protein bagi tubuh, untuk itu Ibu perlu mencukupi asupan proteinnya sesuai dengan AKG seperti yang sudah disebutkan di atas. Lalu, ini dampaknya jika tubuh kekurangan protein:
- Penurunan kekebalan tubuh sehingga mudah sakit dan terkena infeksi.
- Masalah pada pembentukan massa otot dan kesehatan tulang.
- Edema atau pembengkakan tubuh.
- Gangguan kesehatan kulit dan rambut.
- Stunting.
- Anemia.
Itu tadi bahasan mengenai fungsi protein bagi tubuh untuk dukung tumbuh kembang anak. Ibu juga jangan lupa melengkapi kebutuhan energi anak di pagi hari agar ia siap menjalankan aktivitasnya dengan memberikannya minuman dengan kandungan susu, yaitu MILO 3in1.
MILO 3in1 memiliki kandungan susu, cokelat, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Minuman coklat berenergi ini juga mengandung vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta kalsium, fosfor, dan zat besi untuk mendukung memulihkan energi dan melengkapi nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
- Apakah fungsi protein bagi tubuh?
Protein berfungsi untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh (termasuk otot), membentuk enzim dan hormon, mendukung sistem imun, serta membantu menjaga massa otot dan rasa kenyang—penting terutama kalau kamu aktif olahraga.
- Apa akibat jika kekurangan protein?
Kekurangan protein bisa membuat kamu mudah lelah, recovery lebih lambat, kekuatan/masa otot menurun, lebih mudah sakit, serta muncul tanda seperti rambut rontok dan kuku rapuh pada sebagian orang. Pada kondisi berat dan berkepanjangan, bisa terjadi pembengkakan (edema) karena rendahnya protein tertentu dalam darah.
- Makanan apa yang tinggi protein?
Sumber tinggi protein yang mudah ditemui: telur, ayam, ikan, daging tanpa lemak, susu/yoghurt/keju, serta sumber nabati seperti tempe, tahu, edamame, kacang-kacangan (kacang merah, chickpeas), dan produk tinggi protein (mis. susu/protein drink) sesuai kebutuhan.
- Penyakit apa yang disebabkan oleh kekurangan protein?
Kekurangan protein yang berat dapat menyebabkan malnutrisi protein-energi, seperti kwashiorkor (sering ditandai edema) dan marasmus (berat badan sangat turun/kurus sekali). Pada tingkat ringan–sedang, lebih sering muncul sebagai penurunan massa otot, daya tahan tubuh menurun, dan pemulihan luka yang lebih lambat.
- Apa akibatnya jika kelebihan protein?
Pada orang sehat, asupan protein tinggi biasanya aman jika total kalori dan cairan cukup, tapi bisa menimbulkan gangguan pencernaan (kembung/konstipasi kalau serat kurang) atau membebani ginjal pada orang dengan penyakit ginjal. Risiko lain adalah pola makan jadi tidak seimbang (misalnya kurang serat/kurang sayur) jika fokusnya hanya protein.
Referensi:
Caron, J., Domon-Cellard, A., Dhillon, J., & Mattes, R. D. (2014). Dietary protein, weight loss, and weight maintenance. Annual Review of Nutrition, 34, 393-415. (Mendukung poin fungsi protein dalam rasa kenyang dan kontrol berat badan).
Jäger, R., Kerksick, C. M., Campbell, B. I., Cribb, P. J., Wells, S. D., Skwiat, T. M., ... & Antonio, J. (2017). International Society of Sports Nutrition Position Stand: protein and exercise. Journal of the International Society of Sports Nutrition, 14(1), 20. (Mendukung poin kebutuhan protein harian untuk otot dan peran leucine).
Lonnie, M., Hooker, E., Brunstrom, J. M., Corfe, B. M., Rivers, S. F., Woon, Y. K., ... & Johnstone, A. M. (2018). Protein for life: Review of optimal protein intake, sustainable dietary sources and the effect on appetite in ageing adults. Nutrients, 10(3), 360. (Mendukung peran protein dalam tubuh sebagai fungsi struktural dan imunitas).
Phillips, S. M., & Van Loon, L. J. (2011). Dietary protein for athletes: from requirements to optimum adaptation. Journal of Sports Sciences, 29(sup1), S29-S38. (Mendukung fungsi protein untuk otot dan kebutuhan bagi individu aktif).
Wolfe, R. R. (2012). The role of dietary protein in optimizing muscle mass, function and health outcomes in older individuals. British Journal of Nutrition, 108(S2), S88-S93. (Mendukung pentingnya nutrisi untuk pembentukan otot dan pemeliharaan massa tubuh).
Temukan
Resep Kreasi Milo
Ayo berkreasi dengan resep-resep menarik dari MILO untuk melengkapi energi dan nutrisi anak.

