25 October 2021

Yuk, Coba MILO Less Sugar! Pilihan Minuman dengan Gula Lebih Rendah

Bagikan Artikel:

Rasa manis selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi anak. Itu sebabnya, anak cenderung menyukai makanan ataupun minuman manis dengan gula tambahan. Sayangnya, bila dikonsumsi secara berlebihan akan ada bahayanya untuk anak. Oleh sebab itu, MILO Less Sugar bisa menjadi salah satu alternatif minuman anak karena mengandung 0 gram Sukrosa. Apakah itu? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Perbedaan Sukrosa dan Laktosa

Ada dua jenis gula yang biasa terkandung dalam makanan maupun minuman, yakni sukrosa dan laktosa. Sukrosa merupakan gula pasir yang bisa Ibu temui. Jenis gula ini mengandung glukosa yang disimpan tubuh menjadi energi dan fruktosa yang diubah jadi lemak. Sedangkan laktosa adalah karbohidrat utama yang ditemukan di dalam ASI. Laktosa ini berguna sekali untuk perkembangan otak dan sumber energi.

Perlu Ibu ketahui, gula sebenarnya tidak melulu jahat untuk tubuh, lho. Gula juga dibutuhkan sebagai sumber energi. Akan tetapi, Ibu harus membatasi konsumsinya. Anjuran konsumsi gula berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tahun 2013 adalah 10% dari total energi. Misalnya, bila kebutuhan energi harian anak adalah 2.000 kkal, maka batas konsumsi gulanya adalah 200 kkal. Angka tersebut setara dengan 50 gram atau 4 sendok makan gula. Jadi, pastikan konsumsi gula anak masih dalam batas tersebut untuk menghindari efek samping gula berlebih ya, Bu.

Baca Juga : Yuk, Perhatikan Kandungan Gula pada Makanan & Minuman Anak

Dampak Gula Berlebih

Setelah mengetahui batas konsumsi gula serta perbedaan sukrosa dan laktosa, Ibu tentu jadi lebih memahami mengapa MILO Less Sugar bisa menjadi pilihan yang tepat untuk anak. Lalu, Ibu mungkin bertanya-tanya, memangnya apa bahaya gula bila dikonsumsi secara berlebih atau melewati batas yang dianjurkan? Ini dia beberapa risiko yang perlu Ibu ketahui.

  1. Obesitas Dini

    Salah satu bahaya konsumsi gula berlebihan pada anak adalah munculnya masalah obesitas dini. Hal ini karena sumber energi yang tak terpakai dalam sukrosa akan disimpan sebagai lemak. Itu sebabnya, berat badan akan melonjak ketika kelebihan gula. Saat obesitas sudah terjadi pada usia anak, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan juga pertumbuhannya.

  2. Risiko Terkena Banyak Penyakit

    Selain masalah obesitas, lemak yang menumpuk akibat mengonsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan penurunan HDL (kolesterol baik), peningkatan LDL (kolesterol jahat), gula darah tinggi, peningkatan trigliserida (lemak dalam darah), dan tekanan darah tinggi. Kini Ibu memiliki pilihan untuk mengonsumsi minuman lebih rendah gula, seperti MILO Less Sugar.

  3. Gangguan Pencernaan

    Menurut penelitian yang dilakukan Oregon State University, Amerika Serikat pada tahun 2013, konsumsi gula berlebih dapat menimbulkan masalah pencernaan. Hal ini disebabkan tingginya perkembangbiakan bakteri jahat di usus setelah menerima banyak asupan gula.

    Kondisi ini menyebabkan bakteri baik terancam keberadaannya. Selain itu, kerja usus pun menjadi terganggu. Itu sebabnya, proses pencernaan jadi tidak lancar. Anak pun rentan mengalami sembelit atau BAB tidak lancar.

  4. Berisiko Terkena Penyakit Jantung dan Hipertensi Lebih Dini

    Alasan lain Ibu harus membiasakan anak mengonsumsi hidangan less sugar, seperti MILO Less Sugar adalah agar terhindar dari penyakit kardiovaskular dan hipertensi. Berdasarkan Journal of American Heart Association pada tahun 2013, kerja jantung memompa darah ke seluruh tubuh bisa terganggu karena kadar gula yang tinggi.

    Bahkan, bila anak terbiasa mengonsumsi minuman manis dalam jumlah banyak dalam sehari, dapat meningkatkan potensi hipertensi dan membuat hati membuang lemak ke aliran darah. Anak yang mengalami obesitas pun punya risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan hipertensi.

  5. Kerusakan pada Gigi

    Salah satu masalah yang sering terlewat adalah karies gigi. Sering mengonsumsi makanan tinggi gula berpotensi tertinggal di bagian gigi. Sisa dari gula tersebut dicerna bakteri yang hidup di mulut. Bakteri itu dapat membusuk dan menghancurkan enamel gigi. Pertumbuhan gigi anak pun jadi terganggu.

    Bukan hanya makanan dan permen, minuman juga bisa jadi sumber gula berlebih bagi anak. Berikut beberapa kadar gula minuman manis yang biasa dikonsumsi.

    • Minuman teh dalam kemasan: 3 sendok teh gula
    • Es teh manis: 3 sendok teh gula
    • Susu kental manis: 4 sendok teh gula
    • Jus buah kemasan: 4 sendok teh gula
    • Minuman bersoda: 15 sendok teh gula

Baca Juga: 4 Tips Membuat Resep Minuman Coklat Hangat untuk Musim Hujan

Lalu, bagaimana solusinya supaya anak tidak kelebihan konsumsi gula? Salah satunya adalah dengan memilih MILO Less Sugar yang mengandung 0 gr sukrosa dan tanpa penambahan gula pasir. MILO Less Sugar dapat menjadi pilihan sehat yang tepat untuk memberikan 100% energi MILO untuk anak aktif. Selain itu, meski less sugar, MILO Less Sugar tetap memiliki kombinasi kebaikan malt, susu, dan rasa cokelat MILO yang khas, lezat dan disukai anak dan merupakan sumber serat dan protein bagi tubuh. Diperkaya juga dengan vitamin B2, B3, B6, dan B12, serta kandungan kalsium, fosfor, dan zat besi, MILO Less Sugar tetap mengandung nutrisi yang tinggi. Jadi, ayo berikan anak minuman coklat yang bergizi dan lezat untuk mengawali hari. Untuk tahu lebih lengkap tentang MILO Less Sugar dan berbagai kelebihannya, Ibu bisa cek di sini.

 

komposisi milokomposisi milo

Temukan

Resep Kreasi Milo

Ayo berkreasi dengan resep-resep menarik dari MILO untuk melengkapi energi dan nutrisi anak.

Artikel Lainnya

Tentang Aktivitas

menanamkan kepada anak pentingnya olahraga Aktivitas
Menanamkan kepada Anak Pentingnya Olahraga

Selain makanan dan minuman kaya nutrisi, Ibu juga harus mengajak anak melakukan aktivitas fisik setiap hari. Memiliki tubuh bugar dan aktif adalah

siapkan 4 hal ini saat anak mau berangkat sekolah Aktivitas
Siapkan 4 Hal Ini Saat Anak Mau Berangkat Sekolah

Berangkat sekolah menjadi momen tersibuk Ibu dan anak ketika pagi hari. Apalagi anak sudah masuk sekolah tahun ajaran baru 2022 secara tatap muka. Itu

alasan usia ideal masuk SD adalah 7 tahun Aktivitas
Alasan Usia Ideal Masuk SD adalah 7 Tahun

Walau terlihat mudah, ternyata permasalahan memilih sekolah untuk anak cukup pelik, Ibu. Apalagi untuk anak yang baru akan merasakan jenjang

6 contoh sikap optimis untuk diajarkan kepada anak Aktivitas
6 Contoh Sikap Optimis untuk Diajarkan kepada Anak

Tahukah Ibu ternyata sikap optimis dibutuhkan anak juga dalam tahap perkembangannya. Anak pastinya memiliki impian atau target tertentu dalam

 5 cara meningkatkan percaya diri anak yang ampuh Aktivitas
5 Cara Meningkatkan Percaya Diri Anak yang Ampuh

Ibu pastinya sering mendengar istilah insecure digunakan dalam social media. Bahkan, beberapa kali anak menyebutkan kata tersebut di depan Ibu ketika

dukung perkembangan karakter anak dengan 4 cara Ini! Aktivitas
Dukung Perkembangan Karakter Anak dengan 4 Cara Ini!

Ibu merasa ada perubahan karakter anak ketika ia memasuki usia abege atau remaja? Anak yang tadinya penurut dan mudah senyum, berubah menjadi

mengenal 4 tahap perkembangan kognitif pada anak Aktivitas
Mengenal 4 Tahap Perkembangan Kognitif pada Anak

Kecerdasan kognitif anak ternyata tidak bisa muncul dengan sendirinya, lho. Anak harus mendapatkan rangsangan tertentu agar kemampuan tersebut muncul.

Wajib Tahu, Ini 5 Manfaat Aktivitas Fisik Untuk Anak Aktivitas
Wajib Tahu, Ini 5 Manfaat Aktivitas Fisik

Mengapa aktivitas fisik itu penting untuk anak? Ya, semestinya Ibu jangan senang kalau anak hanya lebih suka berdiam diri saja di rumah. Bahkan, tidak

Harus Tahu, Ini 5 Manfaat Olahraga Secara Teratur untuk Anak Aktivitas
Harus Tahu, Ini 5 Manfaat Olahraga Teratur untuk Anak

Ketika hari olahraga nasional, biasanya sekolah akan membuat acara pertandingan untuk seluruh murid. Ada baiknya, Ibu mempersiapkan untuk hari itu