Halo, Ibu! Sudah dengar cerita aktivitas anak di sekolah hari ini? Selain belajar, waktu istirahat yang diisi dengan bermain dan jajan di kantin umumnya menjadi momen favorit anak. Mendengar semangatnya di sekolah, sebagai Ibu, terkadang terselip kekhawatiran anak jajan sembarangan. Namun, tahukah Ibu? Anak juga memiliki pilihan untuk membeli jajanan kantin sehat dan nikmat di kantin sekolah. Seperti apakah kriterianya? Mari simak bersama.
- Bantu Penuhi Asupan Gizi Seimbang
Di masa pertumbuhan seperti sekarang, anak Ibu membutuhkan asupan gizi seimbang sehingga nutrisi yang masuk setara dengan energi yang keluar. Contoh asupan dengan gizi seimbang adalah nasi dengan lauk pauk (ayam, tahu, tempe), sayur, dan buah potong.
Gizi seimbang juga membantu perkembangan otak lebih optimal, sehingga anak bisa menyerap pelajaran di sekolah dengan baik. Itulah sebabnya asupan bernutrisi harus masuk kriteria jajanan anak yang baik, Bu.
Jadi, Si Kecil bisa mendapatkan Karbohidrat, Protein, Vitamin, Zat Besi, dan Mineral penting lainnya untuk mendukung ia tetap aktif dan berenergi. Perlu Ibu ketahui kebutuhan energi setiap anak berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas hariannya. Misalnya, kebutuhan energi anak usia 7-9 tahun adalah 1.850 kkal.
Sementara anak perempuan usia 10-12 tahun membutuhkan 2.000 kkal dan anak laki-laki pada usia yang sama perlu mendapatkan 2.100 kkal sehari.
- Kandungan Gula Rendah
Hal lain yang tak kalah penting untuk Ibu pertimbangkan dalam memilih jajanan kantin sehat adalah kandungan gula tambahannya. Memang tak bisa dipungkiri Bu, anak-anak umumnya menyukai jajanan manis. Hal ini didukung hasil studi Monell Chemical Senses Center, organisasi non-profit di Amerika Serikat yang fokus pada penelitian seputar rasa dan aroma.
Studi tersebut menunjukkan bahwa kecintaan anak terhadap rasa manis merupakan hal yang bersifat biologis. Padahal, konsumsi gula berlebih tidak baik karena dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi, potensi obesitas, hingga perubahan mood anak secara drastis. Itulah sebabnya Kemenkes RI merekomendasikan asupan gula tambahan per hari sebaiknya tidak lebih dari 50 gram atau sekitar empat sendok makan.
Jadi, bila Ibu ingin anak terhindar dari risiko di atas, selalu ingatkan ia untuk memilih jajanan kantin sehat dengan kandungan gula rendah, ya.
- Rasa Jajanannya Nikmat
Soal rasa, lidah memang tidak bisa bohong. Sebesar apa pun semangat Ibu menyarankan Si Kecil untuk jajan sehat, bila rasanya tidak menggugah selera, anak umumnya enggan mencobanya. Oleh sebab itu, Ibu juga bisa memberikan saran jenis jajanan yang rasanya nikmat.
Misalnya, camilan rasa cokelat. Camilan dengan rasa cokelat umumnya dapat diterima dengan baik oleh indra perasa anak sehingga ia tidak keberatan mengonsumsi asupan yang sehat.
Contoh Jajanan Bergizi dan Praktis
Jika si Kecil bertanya jajanan kantin sehat apa yang sebaiknya ia beli di jam istirahat, Ibu dapat membekalinya dengan contoh makanan kantin sehat yang mudah ditemukan di area sekolah. Arahkan anak untuk memilih camilan tradisional kukus seperti lemper ayam, jagung rebus, roti gandum lapis keju, atau bubur kacang hijau yang padat gizi.
Pilihan minuman seperti susu sapi murni atau jus buah tanpa banyak gula pasir tambahan juga sangat disarankan. Menemukan jajanan sehat yang lezat sebenarnya sangatlah praktis selama anak sudah terbiasa dan menyukai cita rasa asli dari makanan sungguhan, bukan makanan yang hanya mengandalkan taburan bumbu MSG berlebih.
Lalu, bisakah anak mendapatkan jenis makanan dan minuman di kantin yang kandungan gulanya rendah, membantu asupan nutrisi seimbang, sekaligus nikmat rasanya? Tentu bisa, bila Ibu aktif mencari tahu jenis makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah anak sehingga bisa menyarankan pilihan yang tepat.
MILO Sachet 22g dapat menjadi pilihan minuman sehat dan nikmat di kantin sekolah untuk mendukung asupan nutrisi seimbang dan kebutuhan energi harian anak, Bu. Hadir dengan isi lebih banyak 22%, serta lebih tinggi kandungan malt dan kakao, MILO Sachet 22g rasanya lebih nendang.
Tidak hanya itu, kandungan vitamin dan mineral per sajiannya pun lebih tinggi dari MILO sachet sebelumnya, seperti: Vitamin D (20%), Vitamin C (20%), Zat Besi (2%), dan Vitamin B12 (15%). Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk mendukung performa anak aktif dan bantu cukupi Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian Si Kecil.
Tips Mengajarkan Anak Memilih Jajanan Kantin yang Sehat
Meskipun orang tua tidak dapat selalu mendampingi anak saat berada di sekolah, kebiasaan memilih jajanan kantin sehat dapat dibentuk sejak dini. Dengan memberikan panduan yang sederhana dan mudah diingat, anak akan lebih mampu membuat pilihan yang baik secara mandiri. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Pilih Jajanan dari Kantin Resmi Sekolah
Ajarkan anak untuk membeli makanan dan minuman dari kantin resmi di dalam lingkungan sekolah. Kantin sekolah umumnya berada di bawah pengawasan pihak sekolah sehingga kebersihan bahan makanan, cara pengolahan, dan penyajiannya lebih terjamin dibandingkan jajanan dari pedagang di luar area sekolah.
- Biasakan Mencuci Tangan Sebelum Makan
Mengajarkan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan merupakan langkah sederhana untuk mencegah masuknya kuman penyebab penyakit. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan, seperti diare atau keracunan makanan.
- Perhatikan Kebersihan Makanan dan Penjual
Ajarkan anak untuk mengamati kondisi makanan sebelum membeli. Pilih jajanan yang disimpan dalam wadah tertutup, tampak bersih, dan disajikan oleh penjual yang menjaga kebersihan diri serta peralatan makannya.
- Bekali Anak dengan Pengetahuan, Bukan Sekadar Larangan
Daripada hanya melarang anak membeli jajanan tertentu, jelaskan alasan di balik setiap pilihan makanan. Misalnya, mengapa makanan yang bersih lebih aman dikonsumsi atau mengapa jajanan bergizi dapat membantu tubuh tetap berenergi saat belajar dan bermain. Dengan memahami manfaatnya, anak akan lebih mudah membentuk kebiasaan memilih makanan sehat.
Jadi, kini Ibu dapat merasa lebih tenang ketika anak mengonsumsi makanan dan minuman di kantin sekolah ya, karena ia punya pilihan untuk minuman cokelat yang sehat dan nikmat.
Pertanyaan Seputar Jaajanan Kantin Sehat
- Contoh jajanan sehat apa saja?
Buah-buahan segar utuh, edamame rebus, roti gandum isi telur, serta bubur kacang hijau merupakan contoh camilan sehat yang mudah dijumpai. Camilan berbasis rebusan dan kukusan seperti siomay tanpa saus berlebih atau singkong rebus juga sangat baik untuk menunda lapar.
- Apa saja snack yang sehat?
Snack ringan yang sehat umumnya memiliki kriteria tidak digoreng (deep-fried) dan rendah tambahan gula putih. Biskuit berbasis gandum utuh, kacang almond atau kacang tanah panggang tanpa baluran garam tebal, dan yogurt susu adalah pilihan snack pengganjal perut yang sangat bernutrisi.
- Apa makanan sehat yang bisa dijual di kantin?
Kantin sehat yang memenuhi standar idealnya menyediakan menu masakan rumahan berkuah hangat seperti soto bening, sop ayam makaroni, dan gado-gado porsi kecil. Untuk menu pendamping, pihak kantin bisa menyajikan sate buah segar, agar-agar susu alami, serta ragam minuman penunjang energi yang tidak banyak dicampur es batu mentah.
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. (2025, 10 Agustus). Pentingnya Edukasi Jajanan Sehat untuk Anak Usia Sekolah. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-edukasi-jajanan-sehat-untuk-anak-usia-sekolah
World Health Organization. (2026, 12 Februari). School policies and practices to promote healthy diets. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240016830
Temukan
Resep Kreasi Milo
Ayo berkreasi dengan resep-resep menarik dari MILO untuk melengkapi energi dan nutrisi anak.

