Penting bagi Ibu untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang anak agar tumbuh kembangnya optimal. Saat kebutuhan nutrisinya terpenuhi, anak akan lebih mudah meraih prestasi di sekolah maupun pada bidang lain sesuai minat dan bakatnya.
Nah, salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan anak adalah zat besi. Manfaat zat besi pada tubuh adalah dalam produksi hemoglobin pada sel darah merah (eritrosit). Sel darah merah berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Nah, Ibu mau tahu apa saja manfaat zat besi bagi kesehatan anak dan makanan yang mengandung zat besi? Yuk, simak bahasan lengkapnya di sini.
1. Mencegah Anemia
Anemia atau kerap disebut kurang darah terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi. Seperti yang sudah dijelaskan, fungsi zat besi bagi darah adalah menghasilkan hemoglobin yang berperan pada pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh oleh sel darah merah.
2. Meningkatkan Performa Olahraga
Seperti disebut di atas, manfaat zat besi adalah untuk pembentukan mioglobin, yaitu protein yang menyuplai oksigen ke otot. Kadar mioglobin yang cukup dapat menunjang performa optimal dari kerja otot, terutama saat melakukan olahraga endurance seperti maraton dan bersepeda jarak jauh.
3. Meningkatkan Pertumbuhan Rambut
Selain manfaat di atas, zat besi juga membantu untuk mencegah rambut rontok. Hal tersebut karena kadar ferritin (cadangan zat besi) dapat memacu pertumbuhan akar rambut.
4. Meningkatkan Konsentrasi dan Kemampuan Kognitif
Penelitian menunjukkan bahwa fungsi mineral zat besi juga dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif anak, seperti kemampuan berkonsentrasi dan juga kecerdasan anak. Ini dikarenakan makanan sumber zat besi akan membantu perkembangan sel saraf otak.
Sejumlah makanan tinggi zat besi yang bisa Ibu berikan ke anak diantaranya daging, hati sapi, telur, udang, dan tuna. Selain itu ada juga sayuran tinggi zat besi seperti bayam, kangkong, dan brokoli. Kalau anak suka buah, Ibu bisa berikan buah tinggi zat besi, seperti semangka, stroberi, dan kismis.
Sementara untuk asupan zat besi diharapkan sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan, dimana kebutuhan zat besi harian anak laki-laki dan perempuan usia 10 – 12 tahun adalah 8 mg, sedangkan anak laki-laki usia 13- 18 tahun adalah 11 mg, sedangkan anak perempuan usia 13- 18 tahun adalah 15 mg.
Ibu juga perlu berkonsultasi terlebih dulu ke dokter jika akan memberikan suplemen yang mengandung zat besi pada anak, karena kelebihan zat besi juga bisa menyebabkan diare, kelelahan, mual, dan juga sembelit.
Gejala Kekurangan Zat Besi yang Perlu Diwaspadai
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, pasokan oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang sehingga muncul berbagai keluhan. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi anemia defisiensi besi. Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:
- Mudah Lelah dan Tidak Bertenaga
Salah satu tanda paling umum dari kekurangan zat besi adalah rasa lelah yang berlebihan, meskipun aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat. Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan oksigen untuk menghasilkan energi, sehingga anak atau orang dewasa menjadi lebih cepat lemas dan kurang bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.
- Kulit Terlihat Lebih Pucat
Kadar hemoglobin yang rendah dapat membuat warna kulit tampak lebih pucat dari biasanya. Selain pada wajah, kepucatan juga sering terlihat pada telapak tangan, bagian dalam kelopak mata, atau bibir.
- Sering Pusing atau Kepala Terasa Ringan
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan aliran oksigen ke otak berkurang. Akibatnya, seseorang lebih sering mengalami pusing, kepala terasa ringan, atau pandangan berkunang-kunang, terutama saat bangun dari posisi duduk atau berbaring.
- Jantung Berdebar dan Napas Terasa Pendek
Ketika kadar hemoglobin menurun, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan detak jantung terasa lebih cepat atau berdebar, bahkan disertai sesak napas saat melakukan aktivitas ringan seperti berjalan atau menaiki tangga.
- Anak Menjadi Lesu dan Kurang Aktif
Pada anak, kekurangan zat besi sering ditandai dengan tubuh yang tampak lemas, kurang aktif bermain, serta mudah merasa lelah. Anak mungkin juga lebih sering memilih duduk atau beristirahat dibandingkan melakukan aktivitas fisik seperti biasanya.
- Sulit Berkonsentrasi dan Prestasi Belajar Menurun
Zat besi berperan penting dalam mendukung fungsi otak. Ketika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, anak dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, lebih mudah lupa, dan kurang fokus saat belajar. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi performa akademik dan proses belajar di sekolah.
- Nafsu Makan Menurun
Sebagian anak yang mengalami kekurangan zat besi juga menunjukkan penurunan nafsu makan. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat semakin memperburuk asupan nutrisi dan meningkatkan risiko terjadinya anemia.
Nah, Ibu sudah tahu apa saja manfaat zat besi bagi anak, kan. Jangan lupa juga lengkapi kebutuhan nutrisi anak dengan MILO bubuk untuk selalu berenergi di setiap aktivitasnya.
Produk MILO ini memiliki kandungan susu, cokelat, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Minuman coklat berenergi ini juga mengandung vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta kalsium, fosfor, dan zat besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Pertanyaan Seputar Manfaat Zat Besi
- Apa manfaat zat besi untuk tubuh?
Zat besi berfungsi krusial dalam membentuk sel darah merah (hemoglobin) yang mengantarkan oksigen ke seluruh sel, jaringan otot, serta organ vital otak. Dengan kelancaran pasokan oksigen, tubuh akan mampu memproduksi energi dengan optimal sehingga bebas dari rasa mudah lelah dan tingkat fokus pun selalu terjaga dengan baik.
- Apa efek minum zat besi setiap hari?
Bila seorang individu atau anak memang didiagnosis secara medis kekurangan mineral tersebut, suplemen harian sangat direkomendasikan untuk memulihkan kadar hemoglobin tubuhnya. Namun, apabila dikonsumsi sembarangan jauh melebihi batas wajar anjuran dokter, asupan berlebih dapat memicu gangguan pencernaan ringan, seperti perut kembung, mual, dan sembelit.
- Apa ciri tubuh kekurangan zat besi?
Indikator fisik yang paling kasat mata adalah memucatnya warna kulit, kelopak mata bagian dalam, dan bibir. Ciri penyerta lainnya sering ditandai dengan rasa lemas berkepanjangan tanpa sebab jelas, napas menjadi lebih pendek saat berolahraga, gampang pusing, hingga telapak tangan dan kaki yang sering terasa dingin.
Referensi:
Herries, A. Health Benefits of Iron. https://www.verywellhealth.com/iron-supplements-benefits-4178814#citation-6 . Diakses 27/10/2023
Nall, R. Can an iron deficiency cause hair loss? Dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/321668 . Diakses 27/10/2023
Menkes RI. 2019. Permenkes RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi Masyarakat Indonesia.
NIH. Iron. Dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iron-Consumer/#:~: Diakses 27/10/2023
Kementerian Kesehatan RI. (2025, 20 Agustus). Pentingnya Zat Besi Bagi Tubuh dan Sumber Makanannya. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-zat-besi-bagi-tubuh-dan-sumber-makanannya
World Health Organization. (2026, 12 Januari). Iron deficiency and anaemia: prevention and treatment guidelines. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia
Temukan
Resep Kreasi Milo
Ayo berkreasi dengan resep-resep menarik dari MILO untuk melengkapi energi dan nutrisi anak.

