Tahukah Ibu hal apa yang penting lagi dimiliki anak sejak dini selain kesehatan dan kecerdasan? Jawabannya adalah kepercayaan diri. Ternyata, hal tersebut penting untuk anak dalam masa pertumbuhannya. Lalu, bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak sejak dini?
Sebelum masuk dalam pembahasan cara meningkatkan percaya diri, ada baiknya Ibu memahami dulu pengertiannya. Menurut Counseling Center University of South Florida, Amerika Serikat, kepercayaan diri adalah sebuah sikap terhadap keterampilan dan kemampuan diri sendiri.
Manfaat Rasa Percaya Diri dalam Kehidupan Sehari-hari
Memiliki rasa percaya diri yang baik memberikan banyak manfaat, seperti:
- Lebih berani mengambil peluang
- Meningkatkan kualitas komunikasi
- Membantu menghadapi tantangan tanpa mudah menyerah
- Meningkatkan kesehatan mental dan emosional
Anak yang punya kepercayaan diri berarti menerima dan percaya terhadap diri sendiri dalam mengontrol hidup. Biasanya, anak tersebut sudah tahu kekuatan dan kekurangannya dengan baik. Selain itu, memiliki pandangan positif terhadap diri sendiri. Bahkan, anak sudah dapat memperkirakan goals yang realistis, bisa berkomunikasi dengan tegas, serta dapat mengatasi kritik.
Penyebab Umum Rendahnya Kepercayaan Diri
Sebelum mencari cara meningkatkan percaya diri, penting untuk memahami penyebabnya:
- Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain
- Pengalaman negatif di masa lalu
- Lingkungan yang kurang mendukung
- Perfeksionisme berlebihan
- Kurangnya penghargaan terhadap diri sendiri
Menyadari akar masalah ini adalah langkah awal yang penting sebelum mulai membangun rasa percaya diri yang lebih kuat.
Untuk mendapatkan kepercayaan diri pada anak, tidak bisa dilakukan secara instan. Ibu tentu harus melakukan sejumlah stimulasi atau kebiasaan agar sikap tersebut dapat terbentuk. Berikut ini beberapa tips menumbuhkan kepercayaan diri pada anak.
1. Mendorong Anak agar Lebih Baik
Cara meningkatkan rasa percaya diri yang pertama untuk anak datang dari Ibu. Sebagai orang tua, Ibu harus berusaha mendorong anak melakukan yang lebih baik. Misalnya, Ibu melihat anak memiliki hasil karya gambar yang bagus. Bila potensi itu dikembangkan, tentunya anak bisa berprestasi.
Ibu bisa mengajaknya menonton video tutorial membuat sebuah lukisan di YouTube, datang ke pameran seni, atau juga mengajaknya bergabung dengan komunitas seni gambar. Pastikan kegiatan tersebut cukup menyenangkan supaya anak merasa lebih nyaman mengembangkan diri.
Baca Juga : Ini Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak Selama di Rumah
2. Fokus pada Kelebihan Anak
Setiap anak pastinya punya kelebihan dan kekurangan. Misalnya, anak memiliki nilai Matematika yang kurang bagus. Namun, di sisi lain nilai pelajaran bahasa dan olahraga hampir mendekati sempurna. Ada baiknya, Ibu tidak memarahi anak atas kekurangan tersebut. Sikap ini hanya akan membuat anak berpikir kalau Ibu tak menghargainya.
Ibu bisa mengobrol santai sambil mencari tahu akar permasalahan dari kekurangan anak. Tentunya, ini untuk membantu mengatasinya. Setelah itu, Ibu bisa menawarkan anak untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan olahraganya.
Misalnya, menanyakan apa dia ingin masuk pelatihan olahraga yang diminati. Dengan demikian, Ibu secara tidak langsung mengarahkan anak untuk mengetahui kekurangan serta kelebihannya.
3. Jangan Ragu Beri Pujian
Orang tua zaman dulu sering berkata kalau anak jangan sering dipuji, karena nanti bisa manja atau besar kepala. Mungkin hal ini bisa terjadi bila Ibu memuji anak secara berlebihan. Namun, sebenarnya kata-kata pujian itu diperlukan anak, lho. Bahkan, membuat anak termotivasi dan terpicu menjadi lebih baik lagi.
Pujian juga bisa menjadi salah satu cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Misalnya, anak jadi tahu kelebihannya ada di bidang tersebut. Bila berprestasi, semua orang akan senang. Anak juga akan merasa ia didukung oleh orang tuanya. Tentunya, ini membuatnya ingin berkembang lebih baik lagi. Bahkan, mulai mengatur targetnya.
4. Biasakan untuk Selesaikan Masalah
Kemampuan problem solving sebenarnya sangat diperlukan untuk bertahan hidup. Namun, kemampuan ini tidak langsung ada pada anak. Ibu harus mengajarkannya dan menstimulasi agar dapat muncul. Ingat, Ibu tak selamanya ada mendampingi anak. Jadi, ia harus berlatih menyelesaikan masalahnya sendiri. Ini juga merupakan salah satu cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.
Misalnya, anak merasa stres ketika belajar di sekolah. Ia merasa tak bisa menerima pelajaran dan penjelasan dengan baik. Biarkan ia bercerita ke Ibu. Lalu, Ibu bisa memintanya mencari cara sendiri untuk belajar. Walaupun membutuhkan waktu, ia pasti akan menemukan jawabannya. Tugas Ibu hanya memantaunya saja.
5. Hargai Usaha Anak
Kadang-kadang, Ibu bisa melihat anak berusaha keras untuk membuat sebuah karya seni. Namun, saat karya tersebut jadi, tidak sesuai dengan harapan. Anak pun sebenarnya merasa kecewa, tetapi tidak berani mengutarakan. Ibu sebaiknya jangan merendahkan atau tunjukkan rasa kecewa.
Ada baiknya Ibu menyatakan rasa bangga terhadap hasil karya tersebut. Ingat, hargai proses anak membuatnya, bukan hanya hasilnya. Pastinya, anak akan merasa dihargai dan didukung orang tuanya.
6. Berani Keluar dari Zona Nyaman
Mulai dari hal kecil, seperti berbicara di depan orang lain atau mencoba aktivitas baru.
7. Bangun Skill Secara Bertahap
Menguasai keterampilan baru adalah salah satu cara meningkatkan percaya diri paling efektif.
8.Ubah Self-Talk Jadi Lebih Positif
Apa yang Ibu katakan pada anak sangat berpengaruh.
Sebagai contoh, ajak anak untuk mulai mengganti kata-kata “Aku tidak bisa” menjadi “Aku sedang belajar.”
9. Tetapkan Tujuan Kecil
Target kecil yang tercapai akan membangun rasa percaya diri secara bertahap.
10. Latih Rasa Syukur
Ajak anak untuk menghargai hal-hal kecil dalam hidup agar membantu memperkuat self-esteem.
Itu tadi beberapa cara meningkatkan percaya diri pada anak. Pastikan kebutuhan energi anak terpenuhi agar anak tetap percaya diri dalam menghadapi kegiatan serta tantangan sehari-hari.
Lengkapi kebutuhan energi anak dengan memberikan minuman dengan kandungan susu, MILO 3in1. Minuman coklat berenergi ini memiliki kandungan susu, cokelat, dan proses dua kali ekstrak malt menghasilkan energi alami di setiap butiran MILO. Susu MILO juga mengandung vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi untuk mendukung energi dan nutrisi anak di periode tumbuh aktif.
Pertanyaan Seputar Cara Meningkatkan Percaya Diri
- Apa penyebab kurang percaya diri?
Penyebabnya bisa berasal dari pengalaman masa lalu, lingkungan yang tidak mendukung, kebiasaan membandingkan diri, hingga perfeksionisme.
- Cara menghilangkan rasa kurang percaya diri?
Mulai dengan self-talk positif, membangun keterampilan, dan mengubah pola pikir menjadi lebih realistis dan optimis.
- Faktor apa saja yang mempengaruhi rasa percaya diri?
Faktor internal seperti mindset dan pengalaman, serta faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan dukungan orang sekitar.
Referensi:
American Psychological Association. (2020). Self-esteem and confidence. Retrieved from https://www.apa.org/topics/self-esteem
Mayo Clinic. (2022). Positive thinking: Stop negative self-talk. Retrieved from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management
Brown, B. (2010). The Gifts of Imperfection. Hazelden Publishing.
Mind. (2021). How to build self-esteem. Retrieved from https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/self-esteem/
Temukan
Resep Kreasi Milo
Ayo berkreasi dengan resep-resep menarik dari MILO untuk melengkapi energi dan nutrisi anak.

