Perhatikan, Ini Nutrisi yang Wajib Ada di Menu Sarapan untuk AnakPerhatikan, Ini Nutrisi yang Wajib Ada di Menu Sarapan untuk Anak

Perhatikan, Ini Nutrisi yang Wajib Ada di Menu Sarapan untuk Anak

24 September 2021

facebook iconwhatsapp icon

Anak sering sengaja melewatkan sarapan pada pagi hari? Sebaiknya Ibu harus mengubah kebiasaan itu. Ini karena menu sarapan untuk anak sangat mempengaruhi aktivitasnya seharian, lho. Bahkan, manfaat sarapan pagi untuk anak sangat banyak. Mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh anak supaya tak mudah terserang penyakit. Sampai meningkatkan kecerdasan anak karena jadi mudah berkonsentrasi menyerap pelajaran atau informasi. Sarapan pagi juga menjadi sumber energi anak untuk beraktivitas, lho. Tentunya, Ibu tak bisa sembarangan membuat hidangan pada pagi hari. Mari ikuti sejumlah tips membuat menu sarapan untuk anak berikut ini.

Penuhi Menu Sarapan Anak dengan Nutrisi Ini

Berdasarkan Jurnal Gizi Pangan pada tahun 2013, sebanyak 69,6% anak di Indonesia belum mendapatkan menu sarapan pagi yang sehat untuk anak. Bahkan, 26,1% anak tidak menikmati sarapan paginya.

Nah, karena itu, anak lebih memilih jajan ketika berada di sekolah. Padahal, jenis makanan yang dijual belum tentu sehat dikonsumsi anak. Untuk itu, Ibu harus menyajikan menu sarapan anak yang memenuhi gizi seimbang. Kira-kira apa maksudnya?

Gizi seimbang adalah konsep menu makanan kaya akan beberapa jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam satu porsi. Nah, terdapat dua jenis nutrisi, yakni makronutrisi (protein, karbohidrat, dan lemak) serta mikronutrisi (mineral dan vitamin). Selain kedua jenis itu, anak juga memerlukan serat dan cairan yang cukup.

Karena nutrisi yang diperlukan tak cuma satu jenis, Ibu harus memberikan beragam kelompok makanan dalam menu sarapan untuk anak. Berikut ini beberapa nutrisi sarapan pagi untuk anak yang perlu Ibu lengkapi.

  1. Harus Mengandung Karbohidrat

    Ibu sebaiknya memberikan sumber Karbohidrat Kompleks sebagai menu sarapan anak. Nutrisi tersebut adalah Karbohidrat yang memiliki susunan kimia yang lebih rumit, sehingga membuatnya lebih lama untuk dicerna tubuh. Ibu bisa mendapatkannya di gandum, kacang polong, roti, nasi, dan juga malt.

    Kandungan gizi ini juga membuat anak tak mudah lelah dan mengantuk. Satu lagi manfaatnya yang perlu Ibu ketahui, Karbohidrat Kompleks membuat anak kenyang lebih lama. Jadi, anak tak akan banyak jajan ketika berada di sekolah.

     

  2. Tinggi Protein

    Terkadang, Ibu memberikan nasi goreng atau roti isi coklat saja untuk sarapan. Namun, melupakan kebutuhan protein untuk anak. Padahal, anak juga harus memenuhi kandungan gizi tersebut untuk menjaga dan mengganti jaringan yang ada dalam tubuh. Protein berperan sebagai antibodi melawan virus, bakteri, bahkan jamur.

    Nutrisi yang satu ini juga dapat menghasilkan kalori untuk energi tubuh. Kebutuhan protein anak usia 4-6 tahun sekitar 35 g/ hari, sedangkan anak usia 7-9 tahun 49 g/hari. Ketika menginjak 10 tahun kebutuhan protein anak dibagi berdasarkan jenis kelamin.

    Anak laki-laki:

    • Usia 10-12 tahun: 56 g per hari.
    • Usia 13-15 tahun: 72 g per hari.
    • Usia 16-18 tahun: 66 g per hari.

    Anak perempuan:

    • Usia 10-12 tahun: 60 g per hari.
    • Usia 13-15 tahun: 69 g per hari.
    • Usia 16-18 tahun: 59 g per hari.

    Ibu bisa menyediakan susu, yoghurt, telur, ataupun daging saat sarapan untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak.

  3. Cukup Serat

    Menu sarapan untuk anak juga harus dilengkapi dengan serat. Kira-kira mengapa, ya? Perlu Ibu ketahui, nutrisi yang satu ini sangat penting untuk pencernaan anak. Kalau dalam menu sarapan Ibu sajikan makanan kaya serat, anak akan terhindar dari masalah pencernaan. Misalnya, diare ataupun sembelit. Ibu bisa mendapatkan kandungan serat dalam buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran. Untuk anak usia 5-10 tahun serat yang diperlukan 10-15 g/hari sedangkan anak di atas 10 tahun butuh 15-20 g/hari.

     

  4. Lengkapi dengan MILO

    Supaya anak lebih berenergi, Ibu dapat melengkapi sarapan anak dengan MILO 3in1. Misalnya, Ibu membuat nasi goreng untuk anak. Dalam seporsi menu tersebut, anak akan mendapatkan 25% energi. Namun, ketika ditambah MILO, energi yang didapat anak menjadi 34%. Bila disederhanakan, kebutuhan energi anak saat sarapan adalah +600 kkal. Nah, bila sarapan tanpa MILO, energi yang terpenuhi hanya sekitar 400-450 kkal saja. Sementara saat dilengkapi MILO, energi yang dipenuhi sekitar +550-600 kkal.

    Baca Juga: Sarapan Tanpa MILO Vs Dilengkapi MILO, Ini Perbandingannya!

    Menu sarapan untuk anak yang dilengkapi MILO 3in1 juga mengandung banyak vitamin dan mineral. Kombinasi malt, susu, dan cokelat dalam segelas MILO 3in1 juga diperkaya Vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi. Yuk, berikan anak sarapan sehat dan minuman coklat yang bergizi agar lancar beraktivitas.

buy now image
BELI PRODUK MILO