6 Cara Mendidik Anak Agar Mandiri dan Berani Lewat Olahraga

Manfaat olahraga bagi kesehatan fisik anak tentu sudah menjadi informasi umum yang diketahui semua Ibu. Namun, tahukah Ibu bahwa olahraga ternyata juga dapat mendidik anak agar mandiri dan berani. Lalu, bagaimana cara memupuk kemandirian dan keberanian anak melalui olahraga? Berikut ini penjelasannya, Bu.

1. Belajar Bersosialisasi

Ketika olahraga, anak memiliki tujuan yang sama dengan teman satu timnya. Tak lain adalah mencari cara untuk unggul ketika berhadapan dengan tim lawan. Nah, interaksi ini akan mendorongnya untuk berkomunikasi secara terbuka dengan satu sama lain. Dengan begitu, keterampilan sosial anak akan terbentuk dan ia jadi lebih berani untuk berpendapat atau berkomunikasi dengan orang lain.

2. Memahami Konsep Tanggung Jawab

Baik tergabung dalam olahraga individu maupun tim dapat membantu anak memahami konsep tanggung jawab, Bu. Pelatih dan teman satu timnya bisa membantu ia meraih kemenangan. Namun, lama kelamaan anak akan sadar bahwa kuncinya ada pada tanggung jawab diri sendiri untuk disiplin latihan dan kerja keras agar bisa unggul berhadapan dengan tim lawan.

Kemampuan tanggung jawab ini juga akan membentuk karakter mandiri anak. Contohnya, ketika teknik olahraga yang ia lakukan ternyata kurang bagus, anak akan sadar ini bukan kesalahan pelatih, melainkan ia harus bertanggung jawab dan mandiri mencari cara untuk memperbaiki hal tersebut.

3. Meningkatkan Kemampuan Pribadi

Ketika mengalami kekalahan, pelatih atau teman satu tim anak biasanya akan berdiskusi kenapa mereka bisa kalah dalam pertandingan olahraga itu. Nah, di sini anak akan sadar bahwa kekalahan tadi disebabkan oleh performa setiap anggota tim yang kurang maksimal. Pelatih akan memberi masukan dan anak harus memikirkan cara menerapkan saran itu di pertandingan selanjutnya. Tanpa disadari, anak sedang belajar mandiri untuk meningkatkan kemampuan pribadinya, Bu.

4. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Ketika berolahraga, tentu anak harus kerja keras untuk bisa menang. Tanpa disadari, ia akan belajar lebih gigih dan percaya diri dalam mengejar tujuannya. Selain itu, ketika olahraga, anak juga akan mendapat dukungan dari orang di sekitarnya. Tidak jarang juga ia harus menyemangati dirinya sendiri, Bu. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri anak baik dalam bidang olahraga maupun aktivitas sekolah lainnya.

5.Belajar Mengambil Keputusan

Dalam olahraga, terkadang anak harus mengambil keputusan dalam waktu singkat. Contohnya, ketika olahraga sepakbola, setiap keputusan yang diambil harus sesegera mungkin. Misalnya, memutuskan untuk mengoper bola atau menendangnya langsung ke gawang. Artinya, selama olahraga, tidak hanya fisik anak saja yang dilatih, melainkan juga daya pikir dalam mengambil keputusan. Hal ini dikarenakan keputusan yang diambil tidak hanya harus cepat, tapi juga tepat.

6.Belajar Mengelola Emosinya Sendiri

Jika sebelumnya anak bergantung secara emosional pada Ibu, olahraga dapat mengajarkannya cara mengelola emosi dan mengatasi rasa frustasi ketika mengalami kegagalan. Kemampuan mandiri secara emosional ini sangat penting Bu, mengingat dalam hidup tidak selamanya anak akan selalu berhasil. Pasti ada kalanya ia gagal dan harus mampu mengelola emosinya sendiri, khususnya ketika sudah dewasa nanti.

 

Baca Juga : Alasan Olahraga Bisa Bantu Anak jadi Pemberani

Itu tadi beberapa manfaat olahraga guna mendidik anak agar mandiri dan berani. Nah, selama anak aktif berolahraga, Ibu juga bisa dukung asupan nutrisinya agar ia lebih berenergi. Salah satunya adalah dengan memberikan minuman cokelat MILO ActivGo yang kaya Protein dan Vitamin B Kompleks. Selain itu, ekstrak malt dalam segelas MILO ActivGo juga menjadi sumber energi yang tahan lama serta mampu mendukung aktivitas fisik anak sehingga daya tahan tubuhnya pun dapat ikut terjaga.

 

 

ARTIKEL LAINNYA