SIRNAS - MILO School Competition mencari bibit baru bulu tangkis Indonesia! Didukung oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, kompetisi antar-SD dan SMP tingkat Nasional ini dilaksanakan untuk mengasah calon bintang bulu tangkis masa depan.

MILO School Competition mulai diselenggarakan pada 2002 karena saat itu Nestlé MILO melihat kompetisi bulu tangkis tingkat sekolah masih belum banyak dilakukan, sementara kita membutuhkan wadah untuk memperkenalkan bulu tangkis sejak usia dini dan menjaring bibit-bibit baru pebulu tangkis nasional.

Dengan penerapan standar sirkuit nasional, nama kompetisi kemudian berubah menjadi SIRNAS-MILO School Competition.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Nestlé MILO untuk terus mendukung program pemerintah dalam bidang olahraga. Selain itu, Nestlé MILO percaya bahwa olahraga dapat memberikan anak kesempatan untuk belajar nilai-nilai kehidupan yang akan mengantarnya menjadi juara sejati, bukan hanya di lapangan tapi juga dalam kehidupan.

FAQ SIRNAS - MILO School Competition
Jakarta 25.08.2016

MILO School Competition 2016 Hadir dengan Standar Sirkuit Nasional

Jakarta, 25 Agustus 2016 – Di tahun ke-14 penyelenggaraannya, MILO School Competition, ajang kompetisi bulu tangkis tingkat sekolah usia U-13 dan U-15, hadir dengan standar sirkuit nasional yang merupakan standar pertandingan tertinggi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Konferensi Pers SIRNAS-MILO School Competition hari ini dihadiri oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Gatot S. Dewa Broto, Kepala Sub Bidang Pelatnas PP PBSI Ricky Soebagdja dengan didampingi Legal & Corporate Affairs Director PT Nestlé Indonesia Debora Tjandarakusuma dan Business Executive Manager Beverages PT Nestlé Indonesia Prawitya Soemadijo.

Dengan penerapan standar sirkuit nasional, nama kompetisi kemudian berubah menjadi SIRNAS-MILO School Competition. “Kami berterima kasih kepada pemerintah atas dukungannya sehingga MILO School Competition dipercaya untuk menerapkan standar Sirkuit Nasional dan disejajarkan dengan kompetisi bulu tangkis tingkat nasional lainnnya. Semoga melalui SIRNAS-MILO School Competition, kami dapat membantu pemerintah dalam melahirkan lebih banyak lagi bibit-bibit atlet bulu tangkis yang dapat menjadi kebanggaan Indonesia ke depannya,” ujar Prawitya Soemadijo.

03
MILO SCHOOL COMPETITION 2014

MILO School Competition Bantu Siapkan Generasi Bulutangkis Berprestasi

•   MILO School Competition menjadi satu-satunya kompetisi bulutangkis antar sekolah yang masuk dalam kalender PBSI. Juara MILO School Competition dari setiap kota mendapat bimbingan dan pelatihan fisik dari atlet legenda bulutangkis Indonesia. Juara nasional MILO School Competition mendapat kesempatan untuk bertanding langsung dengan atlet nasional dalam Perang Bintang.

•   Juara MILO School Competition 2010 & 2011, Jonathan Christie dan juara MILO School Competition 2012 Anthony Sinisuka Ginting menjadi atlet Pelatnas.

•   Peluncuruan program Ayo Olahraga kepada 3.000 murid SD kelas 1-3 di 4 kota: Cirebon, Yogyakarta, Surabaya dan Pelembang.

20
SIRNAS - MILO SCHOOL COMPETITION 2015

MILO School Competition 2015 Terapkan Poin Ranking Nasional

•   Di tahun ketigabelas penyelenggaraannya, MILO School Competition mulai menerapkan sistem poin ranking nasional dan menjadi satu - satunya kompetisi bulutangkis tingkat sekolah U-13 dan U-15 yang masuk dalam kalender PBSI dan menerapkan sistem poin rangking bagi pemenang.

•   MILO School Competition menggandeng legenda bulutangkis seperti Rexy Mainaky dan Ricky Soebagdja untuk memberikan motivasi, inspirasi serta coaching clinic di tiap kota.

•   Nama pemenang MILO School Competition diabadikan di plkat yang diletakkan di kantor PBSI dan Nestle MILO

•   Juara nasional juga mendapat coaching clinic dari bintang olimpiade Susi Susanti dan Alan Budikusuma. 

11
SIRNAS- MILO SCHOOL COMPETITION 2016

MILO School Competition 2016 Hadir dengan Standar Sirkuit Nasional

 Di tahun ke-14 penyelenggaraannya, MILO School Competition, ajang kompetisi bulu tangkis tingkat sekolah usia U-13 dan U-15, hadir dengan standar sirkuit nasional yang merupakan standar pertandingan tertinggi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Konferensi Pers SIRNAS-MILO School Competition hari ini dihadiri oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Gatot S. Dewa Broto, Kepala Sub Bidang Pelatnas PP PBSI Ricky Soebagdja dengan didampingi Legal & Corporate Affairs Director PT Nestlé Indonesia Debora Tjandarakusuma dan Business Executive Manager Beverages PT Nestlé Indonesia Prawitya Soemadijo.

Dengan penerapan standar sirkuit nasional, nama kompetisi kemudian berubah menjadi SIRNAS-MILO School Competition. “Kami berterima kasih kepada pemerintah atas dukungannya sehingga MILO School Competition dipercaya untuk menerapkan standar Sirkuit Nasional dan disejajarkan dengan kompetisi bulu tangkis tingkat nasional lainnnya. Semoga melalui SIRNAS-MILO School Competition, kami dapat membantu pemerintah dalam melahirkan lebih banyak lagi bibit-bibit atlet bulu tangkis yang dapat menjadi kebanggaan Indonesia ke depannya,” ujar Prawitya Soemadijo.